Warga Sesalkan Surat Tanah Dari Camat Ternyata Aspal

Seremonial

 

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang – Ada yang menarik dari pekan ke 6 (Enam) program Jumat Bahagia pemerintah kota Pangkalpinang, Di mana salah satu warga ada yang melaporkan kasus surat tanah yang dikeluarkan oleh pemerintah kota Pangkalpinang yang diduga palsu walaupun ditandatangani oleh Camat dan Lurah dengan nomor 14/SP4FAT/GRG/XI/2008.

 

Sonia warga Opas mengaku telah membeli sepetak tanah di jalan Line listrik (Fatmawati dalam) RT/RW 09/03 yang dulunya kelurahan Tua Tunu Indah namun sekarang kelurahan Jerambah Gantung.

“Kami beli tanah ini dari Aldo Faro pada tahun 2013 yang merupakan tanah kapling senilai 13 juta rupiah,” ungkapnya kepada Walikota, Jum’at (8/2).

 

Tapi sangat disayangkan, tanah kapling yang dibeli tersebut menurut dia ternyata  tidak bisa dibalik namakan karena pihak kelurahan menyebutkan tanah tersebut milik pemkot Pangkalpinang.

“Ketika ingin balik nama ternyata surat tanah yang dikeluarkan tersebut palsu karena tanah tersebut milik pemkot Pangkalpinang,” sebutnya.

 

Lantaran surat yang dimilikinya dikatakan palsu oleh kelurahan dan tanah tersebut milik pemerintah kota Pangkalpinang maka dia pun menanyakan langsung kepada Lurah Tua Tunu Indah, Zurman.

Sonia mengatakan jika Zurman selaku lurah mengakui bahwa surat tersebut dirinya lah  yang menandatangani dan rekaman pernyataan Zurman tersebut , kata Sonia masih disimpan sebagai bukti rekaman pembicaraannya.

“Tapi kami tidak bisa balik nama karena salah satu saksi yang bernama Hasan Basry. SH selaku Sekertaris kecamatan Gerunggang mengatakan tandatangan tersebut dipalsukan orang,” jelas Sonia.

Maka kata dia, kedatangannya ke rumah dinas Walikota Pangkalpinang,  Jumat (8/2) ingin meminta bantuan walikota Pangkalpinang untuk mengembalikan hak haknya sebagai warga kota Pangkalpinang yang telah berjuang untuk mendapatkan lahan tersebut.

“Kami mau melaporkan kemana lagi, Aldo Faro sudah tidak tinggal di Pangkalpinang, walaupun Lurah Zurman mengakui tandatangannya tapi kanapa kami tidak bisa balik nama pada surat tanah yang kami beli tersebut,” tanyanya.

Sedangkan Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil menyikapi permasalahan tumpang tindih lahan di kota Pangkalpinang. Dirinya pun berjanji akan segera mengurai agar permasalahan tersebut bisa diselesaikan.

“Pelan pelan kita selesaikan dengan baik, permasalahan pertanahan diperkotaan disebabkan karena letaknya yang tidak jelas,” pungkasnya. (Yuko)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.