Terungkap Fakta, PT Timah Ternyata Jual Murah Aset Tanah Batu Rakit, Termasuk Dua Tanah Warga, Negara Dirugikan!

Lokal

 

Tanah milik Abdullah Bin Imin (alm) serta Fatimah Binti Ma’ie (alm) di lokasi Pantai Batu Rakit, Muntok yang dijual oleh PT Timah.

 

Forumkeadilanbabel.com, Muntok — Terungkap fakta, PT Timah (persero), Tbk selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ternyata menjual murah aset berupa tanah termasuk dua bidang milik warga yang belum dibebaskan di lokasi Kawasan Pantai Batu Rakit Kelurahan Tanjung, Muntok, kepada Pemkab Bangka Barat, sekitar tahun 2014/2015 yang lalu.

Tanah dengan bukti penguasaan atas dasar sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) itu, dijual oleh perusahaan ini jauh lebih rendah dari nilai jual obyek pajak (NJOP) yang berlaku saat itu yakni hanya Rp.10.000 per meter persegi.Padahal NJOP berjalan waktu itu sekitar hampir Rp.50.000 per meter persegi.

“Jual aset dibawah ketentuan harga, ini bentuk kerugian perusahaan, termasuk kerugian negara. Dan hasil penjualan ini apakah telah dilaporkan kepada Menteri Keuangan selaku kasir negara mengingat PT Timah adalah BUMN, kalau tidak ada laporan dugaan unsur korupsi juga. Selain itu HGB tidak bisa dijadikan dasar untuk penguasaan tanah, HGB hanya sebatas penguasaan bangunan selagi memang gedung itu ada, kalau bangunan tersebut tidak ada satu tahun aja, otomatis HGB ini batal dengan sendirinya mengacu ketentuan perundang-undangan,”ujar Praktisi Hukum Bangka Belitung, Bujang Musa, SH, MH kepada media ini, beberapa waktu lalu, saat diminta pendapat terkait kejanggalan jual beli ini.

Pengacara muda ini menambahkan, jika dicermati, PT Timah selaku BUMN menjual tanah atas dasar HGB kepada pihak ketika sangatlah janggal. Alasannya menurut Bujang, gedung sebenarnya termasuk operasional perusahaan dan bukan masuk aset sehingga operasional perusahaan tidak bisa diperjualbelikan. Pertanyaanya sekarang kata Bujang, pejabat timah yang mana yang menjual itu.

Terpisah, Mirza Wahyudi didampingi Iryani, perwakilan keluarga Abdullah Bin Imin (Alm) yang merupakan pemegang hak tanah di Batu Rakit yang diduga telah dijual oleh PT Timah kepada Pemkab Bangka Barat, mengaku pihaknya sudah menemui sampai Kepala Divisi Hukum PT Timah, Denny Firdaus guna membicarakan penyelesaian masalah ini. Menurut Mirza, mengutip jawaban pejabat PT Timah tersebut, tanah tersebut termasuk dua bidang yang belum dibebaskan atas nama Abdullah Bin Imin (Alm) serta Fatimah Binti Ma’ie (Alm) memang sudah dijual.

“Jadi umpama kalau harus rugi, kami rugi semangkok, pemkab juga harus rugi semangkok. Tanah itu kami jual murah, Rp.10 ribu per meter,” ujar Mirza mengutip keterangan Denny Firdaus saat itu.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan media ini masih dalam upaya konfirmasi ke pihak PT Tima. (Rudy).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.