Mediasi Terkait Berita Pengusiran Wartawan di Forumkeadilanbabel.com Edisi 23 – 24 Januari 2019, Semua Pihak Saling Memahami dan Memaafkan

Lokal

 

FORUMKEADILANBABEL.COM, PANGKALPINANG — Pada Jumat (25/1/2019) Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rivai memimpin pertemuan mediasi terkait berita yang termuat di Media Online ForumKeadilanBabel.com pada tanggal 23 dan 24 Januari 2019.

Dalam pertemuan itu hadir Sulfa Kalsum dan Zuardi dari Dinas Kebudayan dan Pariwisata Babel, Gusti, Ahmad Wahyudi (Yudi) wartawan ForumKeadilanBabel.com serta Kabag Humas Pemprov Babel Irwanto dan Kasubbag Media Elektroniknya, Munawar.

Saat menyampaikan pembukaan dalam mediasi tersebut Rivai berharap agar semua pihak untuk saling memaafkan dan menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-baik dan kekeluargan. “Tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan. Selesaikan persoalan ini secara baik-baik dengan kepala dingin,” ujar Rivai saat mengawali pembicaraan dalam pertemuan.

Menurut Rivai kegiatan pemantapan dan silahturahmi gubernur dengan pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Bangka Belitung yang digelar di Ruang Rapat Tanjungpendam Kantor Gubernur pada Rabu (23/1/2019) masih dalam tahapan pematangan kepengurusan. Sehingga pertemuan tadi sifatnya tertutup. Rivai juga membenarkan waktu itu memberi tugas kepada Sulfa untuk menyampaikan kepada wartawan bahwa rapat bersifat tertutup sehingga tidak bisa diliput oleh wartawan.

Namun saat meminta wartawan tidak meliput, terjadi kesalahan persepsi dari kedua belah pihak. Pihak wartawan menggangap mereka diusir sedangkan Sulfa menyatakan tidak pernah mengusir secara kasar dan tidak sopan dan menganggap hal itu sebagai pemberitahuan. Atas kejadian kesalahan persepsi ini, maka dalam pertemuan mediasi tersebut antara wartawan dan Sulfa saling memahami dan memaafkan.
Kemudian dalam berita ForumKeadilanBabel.com tanggal 24 Januari 2019, segala ucapan yang dilontarkan oleh Zuardi selaku atasan Sulfa yang dianggap sebagai pencemaran nama baik oleh Sulfa dianggap suatu kekhilafan semata. Sehingga dalam kesempatan mediasi tersebut Zuardi sebagai atasan dan pribadi meminta maaf kepada Sulfa yang kemudian dimaafkan oleh Sulfa dengan disaksikan oleh semua pihak yang hadir.

Pada kesempatan itu, Sulfa juga minta kejadian ini tidak terulang kembali karena negara kita adalah negara hukum, maka setiap berita yang akan dirilis harus dikonfirmasikan kembali kepada narasumber sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terutama menghindari fitnah dan pencemaran nama baik para korban serta menghindari keterlibatan pihak berwenang dalam menangani kasus apapun oleh pihak korban.

Sebelum menutup pertemuan mediasi, Rivai menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah saling memahami dan memaafkan. “Kita ambil saja hikmahnya kejadian ini untuk ke depan dapat membina hubungan yang lebih harmonis lagi antara berbagai pihak,” pungkas Rivai. (Release/Humas dan Protokol)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.