Bukti Jika Proyek Pasar Rakyat  Namang Disubkon, Kontraktor Hermanto Siap-Siap Diperiksa Penyidik Kejati

Hukum Lokal

 

 

Forumkeadilanbabel.com, Namang – Proyek pembangunan pasar rakyat Namang kabupateng Bangka Tengah dipastikan telah dialihkan / disubcont oleh kontraktor Hermanto warga Sungailiat kepada pihak lain.

Sistim pengalihan pekerjaan proyek pembangunan Pasar Rakyat  yang terletak di kecamatan Namang kabupateng Bangka Tengah ini kepada pihak lain  diduga kuat merupakan perbuatan melawan hukum.

Berdasarkan data tertulis berupa surat perjanjian kesepakatan harga pekerjaan yang didapat forumkeadilanbabel.com menyebutkan jika proyek Pasar Rakyat Namang dengan nilai kontrak sebesar 1,3 milyar lebih ini sengaja disubcont oleh Kontraktor Hermanto selaku direktur CV. Bangka Graha Mandiri (pemenang lelang, red) kepada seseorang bernama Tumijan. Dalam surat perjanjian kesepakatan harga pekerjaan disebutkan juga bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan peningkatan prasarana dan sarana pasar (DAK) yang berlokasi di desa Namang kecamatan Namang kabupaten Bangka Tengah dengan surat perjanjian (Kontrak) Nomor: 644/08/SPK/DISPERINDAGKOP-UKM/2018 Tanggal 26 Juni 2018, kedua belah pihak (Hermanto dan Tumijan, red) telah menyetujui dan sepakat memberikan harga borongan pekerjaan termasuk upah dan bahan tidak termasuk pajak dengan harga Rp.978.000.000,- ( Sembilan Ratus Tujuh Puluh Delapan Juta Rupiah ), untuk pembayaran dilakukan berdasarkan 1. Uang muka sebesar Rp.335.634.000 – Rp.220.000.000 = Rp.115.634.000.

2. Uang termin I sebesar Rp.637.704.000 – Rp.28.000.000 = Rp. 609.704.000 (potong material awal Rp.18.000.000 dan upah PC Rp.10.000.000)

3.Uang termin II dan III diambil penuh sebesar Rp.309.197.400.

Surat perjanjian kesepakatan pengalihan pelaksanaan pekerjaan proyek pasar rakyat Namang.

Terkait hal tersebut, kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Babel,  Roy Arland menegaskan pihaknya dipastikan akan mengusut dugaan adanya penyimpangan pada proyek pasar rakyat Namang tersebut.

“Kita pastikan Proyek Pasar Rakyat Namang di usut ” tegas Roy Arland saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa ( 22/01/2018).

Diikatakannya, proyek Pasar Rakyat Namang awalnya memang mendapat pendampingan dari TP4D Kejari Bangka Tengah namun pada saat pelaksanaan proyek itu oleh TP4D diputuskan pendampingannya.

” Proyek itu mendapat pendampingan TP4D namun pada saat pelaksanaan oleh TP4D diputuskan pendampingannya, ” ujar Roy.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Bangka Tengah, Fauzan membenarkan pendampingan TP4D sudah diputus setelah mengetahui adanya ketidakberesan dari pelaksanaan proyek Pasar Rakyat Namang.

“Ia memang diputus TP4D. Ada problem saat pelaksanaan, ” kata Fauzan melalui pesan whatsaap, Selasa (22/1/2019).

Adapun alasan diputuskan pendampingan TP4D oleh Kejari Bangka Tengah, kata Fauzan lantaran pemborong secara diam-diam diduga menjual beli proyek tanpa sepengetahuan PPK.

“Masalah Hermanto dengan Tumijan yang seharusnya diberitahu ke PPK dan TP4D. Ini mereka sudah menyalahi aturan, ” tegasnya. (Red/FkB)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.