Empat Terdakwa Tipikor Proyek Pipa Merawang Kembali Jalani Sidang Di PN Tipikor Pangkalpinang

Hukum Lokal
Para terdakwa tipikor proyek rehab pipa Merawang kabupaten Bangka sesaat sebelum sidang dimulai.

 

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang – Empat orang terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) proyek kegiatan rehabilitasi pipa transmisi pipa PDAM, Merawang, Kabupaten Bangka tahun anggaran 2016 senilai Rp 4,7 miliar kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Pangkalpinang, Senin (21/1/2019).

 

Sidang dengan agenda pembacan eksepsi oleh para penasehat hukum (PH) ke 4 orang terdakwa H. Gandi Arius SH MH dan Novrianto SH dipimpin oleh majelis hakim yang diketuai Sri Endang Amperawati Ningsih SH MH, Corry Oktarina SH dan Erizal SH MH selaku anggota.

Dalam berkas eksepsi yang dibacakan oleh dua orang PH ke 4 terdakwa itu menilai berkas dakwaan pihak jaksa penuntut umum (JPU) yang menangani perkara itu sama sekali tak berdasar, sebab menurutnya tidak ada temuan khusus kerugian negara dalam perkara tersebut.

BACA JUGA :  PWI Babel Serahkan 4 SK Kepengurusan PWI Kabupaten

Menurut H Ghandi Arius SH MH selaku PH dari Abdul Roni dan Mulyanto mengungkapkan jika perkara kasus tipikor ini tak ada hal yang mengandung unsur tindakan para kliennya yang merugikan keuangan negara meski dugaan sementara kerugian negara mencapai Rp 2,9 miliar.

 

 

Demikian halnya Novrianto selaku pengacara M Rifani alias Pepen & Judas Swara alias Aloi,di hadapan majelis hakim saat persidangan perkara tipikor ini sedang berlangsung juga mengungkapkan terkait isi dalam berkas dakwaan atau jeratan sanksi hukum yang ditetapkan kepada para kliennya (Pepen & Aloi)terkesan copy paste.

“Bahwa terhadap dakwaan penuntut umum (JPU, red) kami anggap telah melanggar kepentingan atau hak-hak para terdakwa (Pepen & Aloi, red) karena tidak sesuai dengan pasal 143 ayat 142 dan dakwaan terhadap terdakwa sama dengan dakwaan primer dalam uraian dakwaan itu menyalin ulang atau copy paste dengan dakwaan primer. Jadi ada perbedaan prinsip dalam dakwaan,” ungkap Novrianto di hadapan majelis hakim.

BACA JUGA :  Tender Jetty Desa Sukal Muntok Gagal, Pokja dan PPK Beda Persepsi

Setelah mendengar pembacaan berkas eksepsi oleh para PH terdakwa, ketua majelis hakim (Sri Endang Amperawati Ningsih) pun memutuskan sidang akan dilanjutkan, Rabu (23/1/2019) mendatang guna mendengarkan tanggapan pihak JPU asal Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel) & Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka terhadap eksepsi (replik).

Diketahui sebelumnya, perkara kegiatan proyek rehab pipa PDAM Merawang ini mulai diungkap oleh Kejati Babel saat Aspidsus Kejati Babel dijabat oleh Patris Yusrian Jaya tahun 2017 silam.

Proyek yang seharusnya dikerjakan oleh M. Riffani alias Pepen selaku direktur PT Rian Jaya Makmur (RMJ) selaku pemenang lelang dengan pagu anggaran sebesar Rp 4.761.000.000 atau senilai Rp 4,7 miliar. Namun hasil pemeriksaan kejaksaan mendapati pelaksanaan pekerjaan oleh pihak lain yaitu tersangka Yuda Suara alias Aloi dari PT Bangka Utama.

BACA JUGA :  Gubernur Erzaldi: Jangan Berhitung Kepada Allah, Mari Perbanyak Sedekah

Tidak hanya itu, pihak penyidik kejaksaan juga mendapati jika proyek ini juga telah terjadi pengalihan pekerjaan yang semulanya untuk rehab pipa, namun dialihkan ke kegiatan pembangunan intek sebesar Rp1,2 miliar.

Meskipun dalam proses penyidikan para tersangka telah mengembalikan kerugian keuangan negara senilai Rp 1,9 M yang dititipkan ke pihak Kejati Babel. Perkara ini tetap naik ke meja persidangan. (Red/FkB)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.