Pengelola Tambang Ilegal Parit Enam Sebut Setor Fee Kepada Willy

Hukum Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang – Lagi lagi anggota satuan polisi Pamong Praja provinsi kepulauan Bangka Belitung menertibkan tambang pasir dan timah ilegal dilokasi kawasan prostitusi Parit enam kota Pangkalpinang. Sabtu (5/1/2019).

Dalam penertiban tersebut, terungkap jika penambang dalam melakukan aktifitasnya diwajibkan menyetor fee kepada seseorang bernama Willy.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu pengelola lahan tambang pasir dan timah ilegal ketika dirazia oleh anggota Satpol Pp babel yang dipimpin langsung oleh Kasat Pol PP Yamowa Harefa berserta 2 (dua) pleton pasukannya yang sudah berpengalaman dalam penindakan tambang ilegal di Babel.

 

 

Saat dikonfirmasi salah satu pengelola lahan tersebut menyebutkan jika dirinya hanya berkerja dilokasi milik pribadi bukan lahan pemerintah walaupun di lahan itu ada plang bertuliskan lahan ini milik PT. Timah

“Kami bayar fee kepada Willy per kilo 15 ribu dan lahan ini milik pribadi bukan milik lahan PT. Timah,” ungkap pengelola ini tanpa mau disebutkan namanya, Sabtu (5/1/2019).

Dia juga mengatakan jika setiap keluar masuk timah dan pasir dilokasi parit enam tersebut harus dihitung dan akan disetorkan kepada Willy.

“Ku hanya pengawas saja tidak tahu kemana barang tersebut dijual,” katanya.

Sementara itu, Kasat Pol PP Babel, Yamowa memerintahkan kepada seluruh anggota Satpol Pp untuk mengingatkan kepada penambang ilegal agar menghentikan aktivitas mereka.

“Ingatkan, sebelum jam 1 (Satu) semua harus dibersihkan kalau tidak kita sita semuanya,” perintah Yamowa kepada anggota Satpol PP. (Yuko)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.