Diduga Listrik PLUT UMKM Dinas KUKM Babel Dicuri oleh Pelaku Tambang ILegal

Hukum Lokal

 

Aktifitas penambsngan timah ilegal di belakang kantor Dinas Koperasi danUKM Prov. Kep. Babel, Jum’at (4/1/2019)

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang-  Aktifitas penambangan timah ilegal di kawasan komplek perkantoran Dinas Koperasi dan UKM Provinsi kepulauan Bangka Belitung makin menjadi – jadi. Selain meluluh lantakkan kawasan lahan yang bersebelahan dengan  perkantoran. Aktifitas tambang timah ilegal ini juga dengan leluasanya menggunakan aliran listrik dari kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kep. Babel.

Hal ini terungkap ketika Kepala Satuan Polisi Pamong Praja provinsi kepulauan Bangka Belitung bersama anggotanya bermaksud melakukan penertiban aktifitas tambang timah ilegal di kawasan tersebut, Jum’at (4/1/2019).

Dari hasil penyelidikan dilokasi terdapat kabel listrik yang membentang dari kantor PLUT UMKM ke sebuah kamp tempat pelaku tambang ilegal berteduh. Berdasarkan data yang diperoleh, ada beberapa wanita dilokasi tambang ilegal tersebut yang berkerja siang dan malam.

“Wanita separuh baya tersebut berasal dari Simpang Katis dan berkerja sebagai penyedia makan minum untuk para pelaku tambang timah ilegal tersebut,” ungkap Kasatpol PP Provinsi, Yamowa Harefa kepada awak media, Jum’at (4/1/2019).

 

 

Mendapatkan informasi tersebut forumkeadilanbabel.com bersama beberapa anggota Satpol PP mencoba mengikuti alur kabel listrik yang dipasang di kamp penambang dan ternyata dipasok dari kantor pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu PLUT UMK Dinas Koperasi dan UKM Babel.

Kepala Satpol PP Babel, Yamowa Harefa mengaku terkejut dengan ditemukannya kabel listrik yang menerangi kamp penambangan timah ilegal itu. Dia pun berjanji akan melakukan penyelidikan terkait permasalahan tersebut

“Kami akan melakukan penyelidikan keterlibatan oknum PLUT  UMKM Dinas Koperasi dan UKM Babel tersebut, apakah Kepala Dinasnya mengetahui atau ada keterlibatan oknum PLUT UMKM tersebut,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kep. Babel, Elfiyena mengatakan jika pihaknya tidak pernah memberi izin penerangan  atau menyalurkan listrik kantor untuk pertambangan timah ilegal dibelakang kantornya.
“Pembayaran listrik kami tidak pernah membengkak alias stabil, jadi kalau lihat kondisi kabel yang masih mulus putih itu perlu diteliti, kalau sudah lama warnanya tidak putih lagi,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan  terkait kondisi kosong konsultan PLUT UMKM memang sudah dirumahkan per 31 Desember 2018 sesuai juknis dan akan di assesesment ulang terkait kinerja.

“Kantor tersebut kosong karena sudah tidak berkerja lagi per 31 Desember 2018 kemarin. Semua juknis sudah sesuai aturan berlaku,” pungkasnya.  (Yuko)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.