Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang, Tidak Seangker Penjara Dulu

Lokal Seremonial

 

 

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang – Penjara? Apakah yang terpikir dalam benah kita ketika ditanya apa yang ada didalam penjara, terlebih penjara untuk kaum perempuan.

Mungkin bagi masyarakat awam mendengar kata penjara sangatlah menakutkan, tempat dimana para pelaku kejahatan atau kriminal dihukum atas perbuatan melawan atau melanggar undang-undang tindak pidana umum atau lainnya.

Tak sedikit masyarakat beranggapan  bahwa penjara atau yang diistilahkan dengan singkatan “Lapas” (Lembaga Permasyarakatan) tempat yang sangat tidak nyaman, mengerikan, jorok atau tempat penyiksaan bagi para narapidana (napi) yang menjalani hukumannya. Ya itu mungkin penjara dijaman penjajahan ataupun dijaman dulu, kesannya angker.

Kini penjara tidaklah seangker  apa yang dipikirkan oleh masyarakat awam, apalagi penjaranya para kaum perempuan.

 

 

Pagi tadi Jum’at (28/12/2018), Pewarta HPI Babel berkesempatan melihat secara langsung  suasana penjara/lapas Perempuan Kelas III A Pangkalpinang saat melakukan liputan peringatan hari Ibu ke-90 yang dilaksanakan oleh DPD Perwira Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Berkerjasama sama dengan Lapas Perempuan Kelas III A Pangkalpinang.

Tampak suasana perabotan para napi perempuan atau yang disebut warga binaan tersusun rapi didalam blok/selnya masing-masing, setiap sel/blok napi dilengkapi kipas angin, terlihat pakai an, sepatu,sandal dan baju tersusun rapi pada tempatnya.

Ruangan sel tidak ada tercium bau “apek” atau tidak sedap karena parpum ruangan setiap persekiat menit menyemprot secara otomatis sehingga ruangan tercium harum. Dan diluar  setiap sel  terlihat pot yang ditumbuhi bunga sehingga mata terasa nyaman untuk memandang.

Selain itu, disalah satu dinding blok/sel terlihat gantungan photo,hiasan kertas serta barisan kata-kata bijak yang menghiasi dinding blok/sel didalam lapas perempuan tersebut.

Bahkan kicauan burung sempat terdengar riuh seolah-olah menyambut para undangan yang meramaikan suasana peringatan hari ibu di Lapas Perempuan Kelas III A Pangkalpinang.

Saat itu sejumlah Pewarta HPI Babel, diajak oleh kepala Sub Seksi (Kasubsi) Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang Rosita, ia menunjukkan satu persatu ruang  dimana  para warga binaan diberikan pelatihan membatik kain, berias, memasak, merajut/merait benang, dan menunjukkan tempat para warga binaan ditempatkan untuk tidur.

Rose panggilan Kasubsi Kamtib Lapas Perempuan, menjelaskan kapasitas lapas perempuan kelas III menampung sebanyak 135 orang, dan saat ini jumlah warga binaan yang menghuni lapas perempuan sebanyak 56 orang, yang terdiri dari narapidana  narkoba 37 orang,  3 orang tahanan narkoba, sisa 19 orang narapidana umum dan  tipikor.

Sedikit dijelaskannya, kondisi lapas perempuan baru ada di Kota Pangkalpinang itupun menggunakan ex.lapas yang lama yang dulu sempat dijadikan “Rupbasan” (Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara),
namun menurutnya fasilitas sudah cukup untuk warga binaan  dibekali keterampilan dan memperoleh perlindungan secara manusiawi.

” Keberhasilan kami dalam bertugas bukan diukur banyak atau sedikitnya jumlah warga binaan tetapi keberhasilan dilihat para warga binaan tidak kembali lagi kesini atau menjadi residivis,” pungkas Rosita kepada Pewarta HPI Babel.(rls/FkB)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.