Komitmen Kajari Bateng Dalam Pemeberantasan Korupsi di Bangka Tengah Dipertanyakan

Hukum Lokal
Kantor Kejaksaan Negeri Bangka Tengah

 

Forumkeadilanbabel.com, Bangka Tengah – Kinerja Kejaksaan Negeri Bangka Tengah dibawah komando Dodhi Putra Alfian mendapat sorotan dari sejumlah awak media dan pegiat anti korupsi di Bangka Belitung. Pasalnya hingga saat ini belum menunjukkan prodak penanganan perkara kasus tindak pidana korupsi yang diharapkan.

Dodhi meskipun telah menjabat sebagai kepala kejaksaan negeri Bangka Tengah terbilang cukup lama. Menurut catatan sejumlah awak media dan pegiat anti korupsi di Babel, kejari Bateng  belum ada satu pun perkara kasus tipikor yang berhasil di giring hingga ke Pengadilan Tipikor Pangkalpinang.

Kasus tipikor teranyer yang ditangani pihak kejari Bangka Tengah yakni proyek pengerjaan Taman Kehati, dimana saat ini Ali Imron selaku kepala BLH Kabupaten Bateng pun telah ditetapkan sebagai tersangka.

Namun penetapan tersangka ini justru menuai kritikan dari awak media dan LSM Pegiat Anti Korupsi, lantaran pihak Kejari Bateng hanya menetapkan satu orang tersangkanya.

“Kok cuma satu yang ditetapkan tersangka. Jangan- jangan kasus ini akan digoreng? kata Roby jurnalis koran Jaya Pos, Kamis (20/12).

Marshal Imar Pratama salah satu aktivis pegiat anti korupsi di Bangka Belitung mengaku janggal terhadap penanganan perkara kasus dugaan korupsi proyek Taman Kehati. Pasalnya menurut Marshal, tindak pidana korupsi itu selalunya dilakukan lebih dari satu orang. Namun anehnya dalam penanganan kasus proyek Taman Kehati ini pihak Kejari Bateng hanya menetapkan satu orang saja sebagai tersangka.

BACA JUGA :  Adet Ajak Generasi Muda Kipan Pangkalpinang Isi Kegiatan Positif

“Ini kan janggal sekali. Kok bisa tersangkanya satu orang. Ini kan proyek pekerjaan taman yang dikerjakan oleh kontraktor. Masak hanya pengguna anggaran yang jadi tersangka sementara kontraktor yang melaksanakan pekerjaan justru tidak tersentuh,” ungkap Masrhal  saat dimintai tanggapannya, Kamis (20/12) kemarin.

Lebih lanjut dikatakannya, jika  kejaksaan negeri Bangka Tengah yang sejak dipimpin Dodhy Putra Alfian terkesan tidak komitmen dalam pemberantasan korupsi di Bangka Tengah. Menurutnya belum ada satu pun prodak tipikor yang berhasil dituntaskan Kejari Bateng hingga ke Pengadilan Negeri Tipikor.

“Terus terang, komitmen Pak Dodhy selaku Kajari Bateng dalam pemberantasan korupsi di wilayah hukumnya  perlu dipertanyakan. Sebab sepengetahuan saya, hingga saat ini belum ada satu pun produk penanganan kasus tipikornya yang berhasil dituntaskan hingga ke Pengadilan Tipikor. Padahal boleh dibilang Pak Dodhy jabat Kajari Bateng ini sudah cukup lama. Namun sayang prodak penanganan tipikornya Mandul. Ada apa? tanyanya.

BACA JUGA :  Para Santri Iringi Gubernur Tandatangani Prasasti Ponpes Tahfidz Guntur dengan Lantunan Selawat

Sementara itu, terkait penetapan tersangka terhadap Ali Imron. Diungkapkan Ali Imron jika dalam hal ini dirinya tidak bersalah. Dia mengaku merasa sudah bekerja sesuai prosedur.

“Saya tidak bersalah, saya bekerja sesuai prosedur, proyek itu dikerjakan sesuai Speck dan RAB, dalam pemeriksaan BPK tidak ada temuan, jadi saya tidak tau bagian mana yang disebut korupsi itu, semua bangunan dikerjakan oleh kontraktor sesuai kontrak,” curhat Ali Imron kepada wartawan, Rabu (12/12).

Diketahui sebelumnya, Ali Imron yang merupakan Kepala Dinas BLH Kabupaten Bangka Tengah itu ditetapkan menjadi tersangka terkait proyek taman Kehati senilai kurang lebih Rp 1.6 milyar dengan sumber dana DAK tahun 2016 dikerjakan oleh kontraktor dari CV Fitri Indo. Berlokasi di Hutan Pelawan, Namang,Bangka Tengah.

Namun anehnya, penyidik Kejari Bateng justru hanya menetapkan AIi Imron sebagai tersangka, sementara kontraktor pelaksana pekerjaan di lapangan hingga saat ini belum tersentuh.

Menurut versi pihak penyidik yang terdiri dari 7 orang Jaksa menilai jika proyek itu tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup ( Permen LHK ) nomor 69 tahun 2016

“Benar, kita telah menetapkan seorang tersangka dari ASN di Pemkab Bateng inisial AI, dan untuk sementara ini, baru satu orang dan sejauh ini belum ada tersangka lain,” ujar Izhar selaku Kasi Pidsus kepada wartawan beberapa waktu lalu.

BACA JUGA :  Hasanudin Harap Dengan Dicabutnya Izin PT Pulomas, Pendangkalan Muara Air Kantung Segera Teratasi

Ada apa dengan pihak Kejari Bateng dalam penanganan kasus korupsi di wilayah hukumnya belum satu pun perkara kasus korupsi yang naik ke Pengadilan Tipikor? Apa alasan pihak Kejari Bateng hingga saat ini dalam penanganan kasus dugaan korupsi proyek Taman Kehati hanya Ali Imron saja yang ditetapkan sebagai tersangka?

Untuk mendapatkan jawabannya, sejumlah awak media termasuk forumkeadilanbabel.com sempat bertandang ke Kejari Bateng, Kamis (20/12). Namun sangat disayangkan Kajari Bangka Tengah, Dodhi Putra Alfian secara terang- terangan menolak sejumlah awak media yang bermaksud meminta penjelasan darinya terkait seputar penanganan perkara kasus tipikor di Kejari Bateng.

“Maaf, pak Kajari belum bisa ditemui karena sibuk. Pak Kajari bilang tolong dijadwalkan ulang ya,” kata satpam kejari Bateng.

Tidak hanya itu, Dodhy yang dikonfirmasi lewat pesan singkat ke nomor kontaknya hingga berita ini diturunkan belum juga memberikan tanggapannya. (Red/FkB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.