Akhmad Elvian Minta Pemda Membuat Peraturan tentang Gambar dan Buku Riwayat Hidup dan Perjuangan Depati Amir untuk Kemerdekaan Indonesia

Lokal Seremonial

 

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang-Simpang siur cerita tentang perjuangan Depati Amir sang Pahlawan nasional asal provinsi kepulauan Bangka Belitung, harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk menetapkan peraturan Gubernur atau Walikota tentang gambar, pesan maupun kesan dan merevisi buku agar memiliki kekuatan hukum tetap.

Pengiat seni dan budaya asal Babel Drs. Akhmad Elvian saat ditemui dikantornya tadi pagi, Senin (17/12) mengatakan dengan sudah ditetapkan Depati Amir sebagai Pahlawan nasional asal Babel.masyarakat harus mengatahui tentang hal tersebut.

“Pemerintah daerah harus membuat kekuatan hukum tentang gambar dan pesan dan kesan dari Pahlawan Nasional Depati Amir tersebut agar memiliki kekuatan hukum tetap,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan foto sosok pahlawan nasional tidak boleh ditempatkan di sembarang tempat demi menjaga kehormatan dan marwah dari Pahlawan Nasional tersebut.

“Tidak boleh gambar Pahlawan nasional Depati Amir diletakkan di sembarang tempat dan gambarnya pun tidak boleh diganti ganti, harus sesuai dengan pengajuan kemarin. Depati Amir menjadi pahlawan karena gambar tersebut bukan yang lain,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan hal pertama yang harus pemerintah lakukan untuk mencetak buku riwayat hidup dan gambar Pahlawan nasional selanjutnya dibagikan ke ruang publik.

“Dengan adanya buku riwayat hidup dan gambar Pahlawan nasional maka masyarakat bisa mengetahui sejauh mana perjuangan Depati Amir dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” tegasnya.

Selanjutnya ia mengatakan kita harus merevisi buka buku sejarah nasional agar Depati Amir sebagai Pahlawan nasional bisa digabungkan dengan pahlawan nasional yang lainnya.

“Jika hal ini sudah dilakukan jadi rakyat Indonesia tahu bahwa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki peran dalam perjuangan nasional untuk kemerdekaan Indonesia,” sebutnya.

Dia menegaskan perlunya mensosialisasikan tentang perjuangan Depati Amir dalam memperjuangkan kemerdekaan indonesia, jangan sampai hal yang tidak diinginkan terjadi karena cerita dan gambar Pahlawan nasional asal Babel tersebut tidak lagi salah.

“Kami sudah membuat buku dengan judul Depati Amir perjuangan dan pengabdian lintas pulau masa 1848-1869. Kita masih menunggu moment yang tepat untuk menerbitkannya,” pungkasnya. (Yuko)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.