Wakil ketua Karang taruna sebut Camat Rangkui Tidak Mengetahui lukisan dikantornya, Lukisan Depati Amir yang sah baru ditetapkan 9 November

Lokal Seremonial

 

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang -Karang taruna kecamatan Rangkui menyebutkan Camat Rangkui tidak mengetahui tentang kegiatan mereka dalam melukis wajah Depati Amir di gerbang kantor kecamatan Rangkui. Ini murni kegiatan dari karang taruna dalam rangka memeriahkan hari ulang Kemerdekaan Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil ketua Karang taruna kecamatan Rangkui, Dhyka Agus Purnama yang ditemui di kantor kecamatan Rangkui. Menurutnya dirinya tidak mengatakan gambar tersebut hoax karena pada saat itu belum ada penetapan pahlawan nasional asal Babel tersebut.

“Kami tidak berani bilang itu gambar hoax, dalam hal ini pak Camat Rangkui tidak mengetahui apa apa,” katanya, Jumat sore,(14/12).

Ia juga mengatakan bahwa camat Rangkui hanya mengetahui jika dirinya  akan menghias gapura yang merupakan aset milik kantor kecamatan Rangkui. Hanya sebatas izin pemanfaatan aset kecamatan Rangkui saja.

“Gambar yang dilukis diperoleh dari  data yang beredar di masyarakat dan media sosial. Dari data tersebut menyebutkan Depati Amir baru ditetapkan oleh negara pada tanggal 9 November 2018. Sedangkan kegiatan kami dibawah tanggal tersebut berarti belum ada yang benar mana gambar atau lukisan Depati Amir yang digunakan oleh Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Dhyka juga menegaskan pada saat sebelum adanya penetapan Depati Amir sebagai Pahlawan Nasional ada beredar informasi dan klem dimasyarakat bahwa gambar yang dilukiskan di gapura tersebut yang dipakai.

“Sebelum penetapan sebagai Pahlawan nasional kami sah sah saja pakai gambar atau lukisan karena hingga sekarang belum ada yang mengatakan gambar di gapura kecamatan Rangkui adalah Hoax,” tukasnya.

 

 

Saat disinggung tentang kegiatan tim kampanye yang berjuang untuk mengkampanyekan pahlawan nasional kepada masyarakat hingga ke lapisan masyarakat bawah.

“Kami mengapresiasi kerja tim Kampanye Pahlawan Nasional Depati Amir, akan tetapi sebelum penetapan pemerintah pusat, ada dua gambar Pahlawan nasional yang disetujui pemerintah apalagi ini sebuah lukisan jadi tidak bisa mengatakan mana yang benar berdasarkan digital forensik kalau lukisan tidak bisa mengatakan kebenaran yang mana yang benar dan yang mana yang salah, itu hanya klem saja,” tandasnya.

Ia juga menyebutkan, jika dari mereka ada  orang yang mengkonsumsi informasi dan mendapatkannya dari beberapa pihak jadi dirinya melakukan kajian sehingga dapat menetapkan gambar mana yang benar sebagai Depati Amir.

“Kami tegaskan, tidak ada hubungan dengan pak Camat, namun untuk ke depannya karena gapura itu aset kecamatan Rangkui jadi kami serahkan kepada pak Camat saja,” pungkasnya. (Yuko)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.