Terkait Pelaksanaan Denda Proyek RS Pratama, Jaksa Tetap Kawal dan Awasi, Agar Pembayarannya dilakukan Sesuai Dengan Aturan Yang Berlaku

Hukum Lokal
Proyek Pembangunan RS Pratama Payung alami keterlambatan penyelesaian.

Forumkeadilanbabel.com, Bangka Selatan – Untuk memastikan pelaksanaan sanksi denda akibat molornya penyelesaian proyek pekerjaan pembangunan RS Pratama oleh PT Semanggi Jaya Enjinering maka pihak Kejari Basel khususnya TP4D menyatakan akan tetap  melakukan pengawalan.

Demikian dikatakan Kepala kejaksaan negeri ( Kejari) Bangka Selatan (Basel) Safrianto Zuriat Putra, melalui Kasi Intel Kejari Basel, Doddy Purba. Menurutnya, dirinya selaku ketua TP4D Kejari Basel tetap akan melaksanakan pengawalan terhadap proyek pembangunan RS Pratama Payung sampai dengan selesai nanti.
“Untuk keterlambatan pekerjaan dalam proyek tsb akan tetap di kenakan denda sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Doddy Purba via WA messenger, Kamis (13/12).

Sejauh ini kata Doddy, dalam proses pengawalan menurutnya sudah berjalan baik.
“Kami selaku TP4D melihat seluruh pekerjaan telah dikerjakan sesuai ketentuan, dan berdasarkan informasi dari supervisi masalah keterlambatan terjadi dikarenakan jumlah tukang yang mengerjakan gedung IGD masih kurang, tetapi kita sudah memberikan saran2 dan masukan agar proyek ini bisa cepat di selesaikan,” imbuhnya.

Untuk pelaksanaan sanksi denda kepada pelaksana atau kontraktor menurutnya pihak Kejari Basel tetap akan melakukan pengawalan dan pengawasan.
“Kami juga tetap kawal dan awasi, agar pembayarannya dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku, tetapi utk masalah teknis pelaksanaannya dilakukan oleh PPK dan kontraktor, karna kami selaku TP4D melaksanakan tugas pokok dan fungsi untuk mengawal kegiatan secara keseluruhan, dan memastikan agar proyek pembangunan berjalan sampai selesai,” pungkasnya. (Red/FkB)
BACA JUGA :  Gubernur dan Istri Ringankan Beban Ibu Guru Acit yang Rumahnya Terbakar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.