Ketua DPRD Kota Pangkalpinang Khawatirkan Proyek Pipa 80 Milyar Jadi Mubazir

Hukum Lokal

 

Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Achmad Subari (kiri) saat memberikan pernyataannya terkait proyek pipanisasi Rp.80 M yang hingga ssat ini belum difungsikan, Rabu (5/12/2018)

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang – Proyek pipanisasi kota Pangkalpinang tahun 2016 yang hingga kini belum dapat berfungsi mendapat sorotan ketua dewan kota Pangkalpinang.

Achmad Subari selaku ketua dewan kota Pangkalpinang ketika di temui di ruang kerjanya mengaku jika lembaganya juga sangat menyayangkan proyek pipanisasi tahun 2016 yang hingga kini belum difungsikan.
“Kita juga menyayangkan hal itu. Dimana proyek tersebut telah menelan dana hingga Rp.80 milyar . Namun belum juga dapat difungsikan hingga saat ini,” ungkap Achmad Subari yang biasa di panggil Acu ini, Rabu (5/12).

Kondisi pipa yang saat ini, kata Acu sangat mengkhawatirkan lantaran sudah tertanam sejak 2 tahun lalu dalam kondisi kosong tidak terisi air, sehingga proyek yang menelan dana hingga Rp. 80 milyar ini dikhawatirkan pada akhirnya akan mubazir jika tidak difungsikan segera.
“Kondisi pipa tidak terisi air dalam waktu yang cukup lama. Kita kuatirkan pipa ini nantinya akan rusak (pecah, red) karena setiap saat dilalui kendaraan hingga yang bertonase tinggi, sehingga pipa tersebut akan rusak dan akhirnya jadi mubazir. Beda halnya kalau pipa tersebut berisi air, pipa itu akan kuat menahan beban,” ujarnya.

Lalu adakah upaya pihak DPRD kota Pangkalpinang dalam mengawal proyek tersebut sehingga dapat segera di manfaatkan masyarakat kota Pangkalpinang?  Dikatakan Acu, untuk itu  pihaknya sudah memanggil kepala dinas PU, Suparlan guna membahas permasalahan tersebut.
“Kita sudah panggil kepala dinas PU dan membahas hal ini. Jadi menurut keterangan pihak PU, proyek ini akan segera difungsikan pada tahun 2019 ini dengan menggandeng PDAM kota Pangkalpinang,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU kota Pangkalpinang, Suparlan masih diupayakan konfirmasinya terkait proyek pipa yang menelan dana hingga Rp. 80 milyar yang akan difungsikan pada tahun 2019.

Diketahui sebelumnya, proyek tersebut dilaksanakan pada saat pemilihan kepala Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Saat itu walikota Pangkalpinang, Irwansyah juga ikut serta dalam pilkada tersebut sebagai calon wakil gubernur kepulauan Bangka Belitung berpasangan dengan Rustam Efendi yang kala itu juga menjabat sebagai Gubernur Kep. Bangka Belitung. Apakah proyek pembangunan Pipa Pangkalpinang ini bernuansa Politik?
(Red/FkB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.