Ssst…Bupati Bangka Barat Dikabarkan Sakit, Sejumlah Pejabat Kok Pilih Bungkam?

Hukum Lokal
Keterangan gambar: Sebuah postingan dari tokoh masyarakat yang menanyakan sudah dua bulan tidak masuk kantor.

Forumkeadilanbabel.com, Muntok — Berhembus kabar, Bupati Bangka Barat H Parhan Ali saat ini jatuh sakit. Sinyalemen ini diperkuat orang nomor satu ini sudah seminggu tidak masuk kantor, bahkan sumber lain menyebut sudah hampir dua bulan.

Kabar H Parhan Ali tidak aktif ngantor terakhir sejak pulang dari perjalanan dinas ke Lombok beberapa bulan lalu. Bukan lantaran “absensi” yang dipertanyakan. Namun sejumlah masyarakat ditemui Forumkeadilan.com mengaku prihatin terkait kondisi kesehatan Parhan Ali yang diperkirakan makin terus memburuk.

Menurunnya kesehatan Bupati Parhan Ali mulai terlihat ketika tiba-tiba pingsan saat menghadiri acara di Polres Bangka Barat beberapa bulan yang lalu.

Oleh sebagian sumber, riwayat kesehatan ini yang kemudian dikaitkan dengan kondisi kesehatan terkini Sang Bupati.

Informasi semakin ruwet ketika masyarakat tak mampu menggali informasi apalagi berniat membesuk bupati. Sumber menyebut jika jika H Parhan Ali saat ini dirawat di rumah sakit Pondok Indah, Jakarta.
“Kalau alasannya general chek up nggak mungkin, general check up satu dua hari. Ini sudah seminggu lebih dak ngantor,” ujar salah satu sumber dalam obrolannya kemarin, Jumat, (30/11), di Muntok.

Berawal dari postingan mantan anggota DPRD Bangka Barat, Brury Rusadi yang mempertanyakan bupati bangka barat yang tidak pernah ngantor sudah hampir dua bulan.
“Sebagai wakil rakyat Bangka Barat, saya mempertanyakan ketidakaktifan Bupati Bangka Barat, sudah memasuki bulan kedua, Bupati tidak masuk kantor…”tulis Brury disambung kalimat seterusnya.

Terpisah, Ketua Komisi I Bidang Pemerintahan DPRD Bangka Barat, Samsir, dalam rekaman wawancaranya yang diperdengarkan kepada awak media, Jumat, (30/11), mengaku belum mengetahui kondisi kesehatan Bupati Parhan Ali sampai saat ini.
“Kita ngecek juga hanya kita tidak mendapat informasi, belum jelas juga. Tapi lebih jelas tanya pimpinan dewan lah, karena mereka mengatasnamakan lembaga, ” saran anggota dewan asal PKS ini.

Hal yang sama dikatakan anggota DPRD Babar asal Partai Nasdem, Nendar Firdaus, yang mengaku pernah menanyakan hal yang sama.
“Aku ada nanya staf situ, ada katanya, sehat, cuma dak ngantor. Kalau ada rapat paripurna itu sekda, wakilnya yang menghadiri. Coba kelak saya cari informasinya,” ujar Nendar.

Sementara sejumlah anggota DPRD lain justru memilih bungkam ditanya perihal yang sama.
Davitri, anggota DPRD Babar yang selama ini dikenal vokal, dalam wawancara tiba-tiba memotong pembicaraan begitu mengetahui penjelasannya ini untuk kepentingan pemberitaan.
“Biaselah baru libur seminggu, dua minggu. Kabarnya beliau (Bupati Parhan, red) sehat…,” ujar Dafitri yang tiba-tiba menyarankan mengganti topik yang lain.

Hal terang-terangan diakui Arfandi anggota DPRD Bangka Barat asal Partai Golkar, saat dikonfirmasi terkait kondisi Bupati Parhan saat ini sakit.
“Dak berani pak saya konfirmasi. Karena berita ni saya dak tahu. Mendingan ke humas nya pak, ke pemda,” tepis Pandi (panggilan sapaannya,red), sembari menggunakan jurus bungkam. (Rudy).
BACA JUGA :  PDKP dan Saksi-saksi Ini Ungkap Fakta-fakta Pelanggaran Hukum PT Pulomas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.