Apresiasi dan Harapan Untuk Walikota Pangkalpinang

Lokal Seremonial
Hadi Susilo

 

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang – Walikota Pangklapinang, Maulan Aklil atau yang lebih akrab dipanggil Molen sejak awal pelantikannya memberikan respon cepat terhadap keresahan masyarakat kota Pangkalpinang. Baik keresahan masyarakat atas maraknya tambang ilegal di perairan pantai objek wisata Pasir Padi dan Tanjung Bunga maupun keresahan masyarakat kota Pangkalpinang akan terulangnya musibah banjir.
Walikota Pangkalpinang Molen tak butuh waktu lama untuk merespon keresahan tersebut. Molen saat itu juga langsung turun ke lokasi untuk memastikan adanya keresahan itu dan selanjutnya memberikan intruksi kepada OPD nya sehingga keresahan tersebut dapat segera teratasi.

Respon cepat dan gebrakan dari seorang walikota Pangkalpinang yang belum genap 100 hari bekerja ini mendapat apresiasi dari berbagai element masyarakat, dianataranya dari ketua LSM Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Bangka Belitung (AMAK Babel), Hadi Susilo.

Hadi Susilo dalam group WhatsApp Sahabat Babel mengungkapkan apresiasinya terhadap Walikota Pangkalpinang, Molen dengan gebrakan Peduli kondisi yang terjadi di tengah Masyarakat.
“BRAVO untuk Bapak Walikota Pangkalpinang dengan gebrakan PEDULI KONDISI YG TERJADI DI TENGAH MASYARAKAT. Resahnya masyarakat atas maraknya TAMBANG TIMAH ILLEGAL di pantai Sanfur dan Tanjung Bunga, langsung mendapatkan respon dengan turun ke lapangan untuk memastikan keresahan masyarakat,” ungkap Hadi, Sabtu (1/12) pagi.

BACA JUGA :  Residivis Kasus Pencurian dan Penggelapan Kembali Diamankan Tim Buser Naga
Walikota Pangkalpinang, Molen meskipun hujan masih menyempatkan diri turun ke lokasi guna mengetahui secara pasti penyebab terjadinya genangan air saat hujan

Menurut Hadi, gebrakan peduli kondisi oleh sang walikota Pangkalpinang ini tidak hanya terkait maraknya tambang ilegal akan tetapi keresahan masyarakat akan terulangnya musibah banjir juga mendapat respon cepat dari sang walikota Molen.

“Demikian juga dengan musibah banjir (walaupun tidak besar) di beberapa titik di kota pangkalpinang, tetap membuat resah masyarakat. Melihat keresahan masyarakat akibat banjir, walikota juga turun ke lapangan untuk meninjau lokasi. Dengan turunnya walikota kelapangan dalam rangka kepedulian seorang Pemimpin, maka walikota perlu di berikan APRESIASI,” kata sang ketua AMAK Babel.

Namun meski demikian lanjut Hadi masyarakat juga berharap besar kepada walikota agar tidak sekadar melakukan peninjauan kelapangan.
“Masyarakat berharap adanya TINDAKAN KONKRET berupa solusi atas dua permasalahan yg berkepanjangan ini. Untuk masalah TAMBANG ILLEGAL, Walikota harus segera bersinergi dengan UNSUR TERKAIT untuk mencari solusi dalam rangka menertibkan TAMBANG2 ILLEGAL yg beroperasi di wilayah kota pangkalpinang. Mengapa demikian? Karena kota Pangkalpinang tidak memiliki Dinas Pertambangan,” tandasnya.

BACA JUGA :  Untuk Johan Murod sang Wartawan Senior, Sebut Berita Wartawan Bikin Gaduh”

Ditambahkannya, jika memang beberapa Tambang tersebut memilki IZIN, maka perlu adanya Peninjauan kembali.

Demikian halnya dengan Musibah BANJIR yang senantiasa hadir di musim penghujan, juga di perlukan adanya solusi yang tepat guna dan tepat sasaran.

Molen langsung turun ke lokasi objek wisata Pasir Padi saat mendapat informasi keresahan masyarakat terkait adanya aktifitas TI Apung di bibir pantai beberapa waktu lalu.

Dengan derasnya DERAP PEMBANGUNAN di ibukota Negeri Serumpun Sebalai, kata Hadi tentu memerlukan kajian tersendiri (BAPEDA dan Dinas terkait, red) agar tidak berdampak buruk di kemudian hari.
“Sebagai walikota yg umurnya belum genap 100, dapat dipastikan tidak mengetahui secara menyeluruh akan kebijakan2 pendahulunya. Untuk itu mungkin akan menjadi baik jika walikota meninjau kembali kebijakan2 pendahulunya, terutama pembangunan di beberapa titik yg berdampak banjir. Sebagai bahan acuan walikota dalam meninjau kembali perizinan terutama IMB yg telah di keluarkan oleh pendahulunya adalah Daerah Resapan Air dan/atau DAS . Contoh Konkret adalah DAS di samping Kafe INTAN (samping TJMART SEMABUNG) ,KOLONG HIJAU dan Jalan ALEXANDER yg dulunya merupakan Daerah Resapan Air. Dampak dari IMB yg TIDAK TEPAT SASARAN maka dapat di pastikan Kota Pangkalpinang adalah Daerah LANGGANAN BANJIR,” pungkasnya. (FkB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.