Setelah Mendapat Informasi Terkait Aktifitas TI Apung di Objek Wisata Pasir Padi, Molen Langsung Beraksi

Hukum Lokal

 

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang – Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil tak butuh waktu lama dalam menjawab keresahan masyarakat kota Pangkalpinang khususnya para pecinta wisata kota Pangkalpinang, atas informasi tercemarnya objek wisata pantai Pasir Padi dan Tanjung Bunga akibat terjadinya endapan sendimentasi lumpur dari penambangan TI Apung di perairan laut Pasir Padi dan Sampur.

Setelah banyak mendapat kiriman link berita dari Pewarta HPI (Himpunan Pewarta Indonesia) Bangka Belitung (Babel). Minggu (25/11) pagiĀ  sekitar pukul 09.15 WIB Walikota Pangkalpinang Maulana M. Aklil yang akrab disapa Molen meninjau secara langsung aset wisata pantai Pasir Padi dan Tanjung Bunga Kota Pangkalpinang.

Walikota Pangkalpinang Molen meninjau secara langsungĀ  2 titik lokasi yang terkena dampak dari aktifitasĀ  TI Apung di objek wisata pantai Pasir Padi Kota Pangkalpinang.

Titik pertama Molen mendatangi ujung Pantai Pasir Padi yakni Pantai Tanjung Bunga, namun endapan sedimentasi lumpur tidak begitu parah.

 

Dan disana Walikota Pangkalpinang ini menyaksikan secara langsung aktivitas kegiatan TI Apung di perairan Pasir Padi dengan Sampur Batu Belubang sedang berlangsung. Kepulan asap hitam membumbung tinggi terlihat jelas oleh Molen.

” Iya memang benar kegiatan TI Apung di perairan Pasir Padi masih berlangsung, namun kami belum dapat memastikan apakah kegiatan TI Apung masuk wilayah kota Pangkalpinang, nanti kami cek lagi ” kata Molen melalui telepon selulernya saat dihubungi pewarta, Minggu (25/11/2018).

Kemudian, Molen bergeser ke titik berikutnya tepatnya didepan Klenteng tempat dimana para Nelayan desa Air Itam mendarat perahunya.

Disini tempat tabatan perahu Nelayan Air Itam Kecamatan Bukit Intan, cukup parah terlihat ada kumpulan tanah berwarna hitam bercampur dengan air laut dan tampak air laut tampak keruh.

” Dilokasi ini kami melihat air laut bercampur tanah berwarna hitam dan terjadi sendimentasi endapan lumpur “, ungkap Walikota Pangkalpinang.

Lanjutnya, keberadaan aktivitas TI Apung di perairan Pasir Padi dan Sampur Batu Belubang dirasakan sangat menganggu para nelayan desa Air Itam.

Masyarakat Air Itam yang berprofesi sebagai nelayan merasakan semakin jauhnya daerah tangkapan untuk memancing ikan dikarenakan semakin meluas area pencemaran lingkungan air laut dampak dari kegiatan aktivitas penambangan TI Apung.

Selain itu sendimentasi endapan lumpur mengganggu saat para nelayan akan menepikan perahu ke bibir pantai karena endapan lumpur mejebloskan kaki mereka sehingga memperlambat gerak langkah kaki para nelayan untuk mengeluarkan dan menepikan perahunya.

” Kite per saja (Fair/terbuka–red) ketika kami tanya nelayan yang ada disini,mereka merasa terganggu dengan adanya aktivitas penambangan TI Apung di perairan tersebut ” Pungkas Molen.

Dan orang nomor satu di Pemerintahan Kota Pangkalpinang ini pun berjanji akan segera menindaklanjuti hasil temuannya saat mengecek secara langsung pencemaran lingkungan yang diduga dari aktivitas penambangan TI Apung di perairan Pasir Padi dan Sampur Batu Belubang. (Red/FkB)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.