Parah…Perairan Pantai Wisata Pasir Padi Pangkalpinang Dikepung TI Rajuk

Hukum Lokal

 

Diperkirakan ribuan unit TI Rajuk beroperasi secara ilegal di perairan bibir pantai Pasir Padi Kota Pangkalpinang, Sabtu (24/11)

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang – Aktifitas TI Apung di perairan pantai Pasir Padi kota Pangkalpinang yang makin menggila menarik perhatian sejumlah Pewarta HPI Babel untuk melakukan investigasi langsung ke lokasi terkait aktivitas TI Apung yang belskangan ini menjadi sorotan warga Pangkalpinang, karena  pencemaran limbah penambangannya  yang menimbul sedimentasi lumpur di sepadan pantai Pasir Padi dan Tanjung Bunga Kota Pangkalpinang, Sabtu (24/11).

 

Namun sayangnya sejumlah Pewarta HPI Babel ini tidak bisa meninjau lebih dekat terhadap aktivitas para penambang TI Apung di lokasi perairan laut Pasir Padi dan Sampur, dikarenakan tidak adanya  perahu dan kapal nelayan yang bersedia mengantarkan para pewarta HPI Babel mendekati kegiatan penambangan TI Apung tersebut.

BACA JUGA :  Bawa Nama Babel, Boy Dipastikan Lolos Seleksi Penyegaran Perangkat Pertandingan Liga 2

” Kalau kita pergi sekarang dipastikan sampai ke lokasi TI Apung akan malam diperkirakan memakan waktu 1 jam untuk sampai disana, dari sini terlihat dekat namun ketika berada di atas kapal ke lokasi baru terasa jauh ” kata Salim warga Sampur kepada Pewarta HPI Babel.

Namun Salim tidak membantah jika kegiatan aktivitas TI Apung tersebut masih berlangsung dan diduga dibekingi oknum aparat.

” Jelas kegiatan TI Apung kita disana aman-aman saja, tanpa takut dirazia ”  tukasnya.

Namun ketika disinggung terkait terdengarnya ada keributan antara warga setempat dengan para penambang, ia terkesan menutupi dan enggan berkomentar lebih jauh.

” Kalau itu saya kurang tahu, kalau dulu pernah saya dengar tapi sudah tenang dan aman ” kata Salim sembari berlalu.

BACA JUGA :  Masih Soal Fee 20 Persen, Kajati Daroe : Bensin Kami Masih Penuh

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dilokasi memang benar jumlah para penambang TI Apung terus bertambah banyak bahkan diperkirakan mencapai ribuan TI Apung yang beroperasi di IUP PT Timah Tbk dan di IUP Pemda, dan diduga dibekingi oknum aparat terkait.

Dan tidak diketahui dengan pasti apakah timah  itu ditampung oleh kolektor  lalu disetor ke PT. Timah atau di setor ke smelter.

” Kalau timahnya jarang kami lihat diturunkan disini karena di tengah laut sudah ada kolektor timah yang mengambil timah dari para penambang TI Apung ”  kata Andi yang mengaku warga desa Kebintik.

Terlepas TI Apung itu beraktifitas di IUP PT Timah Tbk atau Pemda. Yang jelas pencemaran limbah berupa sedimentasi lumpur yang dibawa arus laut telah mencemari sepadan pantai Pasir Padi dan Tanjung Bunga, lambat laun perairan laut Pantai Wisata Pasir Padi terancam akan rusak secara permanen dan tentunya warga kota Pangkalpinang tidak akan bisa menikmati untuk mandi di pantai kebanggaan milik warga kota Pangkalpinang.

BACA JUGA :  Kasus Dugaan Kriminalisasi Terhadap Rudi Sahwani Dan Darmansyah Akhirnya Terjawab

Semoga saja Walikota Pangkalpinang yang baru dilantik peduli dengan masalah ini dan menindaklanjuti keresahan masyarakat pecinta Pariwisata kota Pangkalpinang, dan saat ini warga kota Pangkalpinang menunggu kepedulian Walikota Pangkalpinang, Molen yang dikenal dengan senyumnya.

Hingga berita ini diturunkan, forumkeadilanbabel.com masih mengupayakan konfirmasi ke pihak pihak terkait. (Red/FkB)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.