Kontingen Bangka Ajukan Surat Keberatan Dengan Keputusan Pantia Penyelenggara, Tidak Diperbolehkannya Atlet Tenis Meja Bertanding

Lokal Seremonial

 

Ketum KONI Bangka Denny Hasbi beri arahan usai teknikel meeting tenis meja, Jum’at (23/11)

Forumkeadilanbabel.com, Koba – Nasib kontingen Kabupaten Bangka dalam Porprov V di Koba sungguh dipojokan panitia penyelenggara. Setelah tidak disediakan kasur dan fasilitas lain yang tidak memadai karena kurang siapnya panitia penyelenggara. Masih ditambah persoalan diprotes nya para atlet Bangka oleh kontingen lain, termasuk kontingen Bangka Tengah menolak atlet tenis meja Bangka
bertanding.

Dalam teknicel meeting cabang olah raga tenis meja di SMP N 1 Koba, Jumat (23/11/2018) atlet tenis meja Bangka, Satriya diprotes oleh 6 kontingen utusan kabupaten, kota. Pasalnya proses mutasi Satriya dari Bandung ke Bangka tidak berdasarkan aturan yang benar.

Dengan kejadian tersebut, tentunya wakil kontingen Bangka dalam teknicel meeting merasa keberatan dan mengajukan surat keberatan ke Koni Babel dan pemprov Babel serta tidak mau menandatangani hasil keputusan teknikel meeting.” Ya kita keberatan dan melayangkan surat keberatan ke pemprov dan koni. Sebab KONI sudah mengeluarkan SK pengesahan daftar atlet yang sah bertanding di porprov serta nama Satriya ada. Kenapa Satriya tidak boleh bertanding? Ada apa seperti ini. Apa mereka kontingen lain, takut kalah,” ujar Ketua Umum KONI Bangka Denny Hasbi, ketika ditemui dilokasi teknikel meeting, Jum’at (23/11/2018).

Sementara Ketua Tehnikel Dilegit, David yang memimpin Tehnikel Meeting Tenis Meja, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa dirinya menerima keabsahan data atlet baru semalam dan paginya baru tehnikel meeting dan kita tidak memiliki wewenang untuk memutuskan sah atau tidak sah atlet ikut bertanding. Sebab pengesahan sudah dilakukan oleh KONI Babel serta panitia penyelenggara, ” Berdasarkan aturan seharusnya Satriya sah boleh bertanding di porprov, karena nama atlet sudah disahkan oleh KONI Babel dan pantia penyelenggara,” tutur David.

Ditambahkan oleh David, kontingen lain mempertanyakan surat mutasi Satriya dari Bandung dan dinilai surat mutasi Satriya tidak berdasarkan aturan yang benar. Kemudian kita hubungi ketua KONI Babel dan disarankan untuk mengumpulkan semua kontingen merembug persoalan tersebut,” Akhirnya Satriya diperbolehkan bertanding di nomor-nomor tertentu yang ditentukan oleh 6 kontingen, yaitu di ganda beregu serta ganda campuran dan untuk nomor perorangan tidak boleh,” jelasnya.

Sementara keputusan tersebut jelas ditolak oleh pelatih tenis meja kontingen Bangka dan juga panitia kontingen Bangka. Yulianto salah satu pantia kontingen Bangka ngotot dan menganggap keputusan direka yasa, “Masak aturan bisa dikalahkan dengan musyawarah. Aturan yang sudah dibuat KONI Babel dan pantia penyelenggara propinsi, kalah dengan musyawarah 6 kontingen. Dan kita tidak mau menandatangani hasil teknikal meeting, ” tegasnya.

Yulianto juga menyayangkan sikap dari pantia penyelenggara yang dinilai ambu radul dalam persiapan pelaksanaan porprov V ini. Kedepan pemerintah propinsi Babel harus tegas dalam menunjuk daerah sebagai tuan rumah penyelenggara porprov dan jangan dipaksakan, ” Akhirnya kontingen yang bertanding dirugikan, ” tutupnya. (Heru Sudrajat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.