Tewas Tersengat Listrik Tiga Fase, Punggung Hendri Mengeluarkan Api

Lokal

 

Forumkeadilanbabel.com, Muntok – Berhati-hatilah terhadap bahaya sengatan arus listrik, terlebih dari sumber tiga fase. Hal ini seperti dialami Hendri Setiawan (33 tahun), warga Desa Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka. Laki-laki ini meninggal dalam kondisi tubuh terbakar dan punggung mengeluarkan api akibat tersengat arus listrik tiga fase di Ruko Budi Optik milik Budi, di jalan Masjid Jamik, Kampung Ulu, Muntok, Kamis, (22/11), sekitar pukul 20.30 WIB.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat malam kejadian, teknisi Ikram (21 tahun) yang juga karyawan Indihome sekitar pukul 20.30 WIB sedang memperbaiki jaringan Indihome di lokasi tempat kejadian perkara.Tiba-tiba Ikram merasakan ada getaran aliran listrik dari kabel warna putih yang dikaitkan di tiang Telkom. Merasakan sengatan, Ikram kemudian melihat ke arah ruko Budi Optik dan mendadak melihat jasad tergeletak di atas ruko tersebut dengan posisi di pinggir. Kondisi korban pertama kali ditemukan Ikram dalam keadaan kejang-kejang sambil memegang sebatang kayu panjang yang mengenai kabel listrik tiga fase. Karuan saja saksi Ikram kemudian teriak meminta pertolongan warga sekitar. Tak lama kemudian anggota Poksek Muntok tiba di lokasi guna melakukan evakuasi terhadap korban.

Akibat terkena sengatan listrik tegangan tinggi tersebut, tubuh korban saat dievakuasi dalam keadaan kejang-kejang dan mulai terbakar dengan mengeluarkan api dari bagian pungung. Untuk pertolongan pertama korban seketika itu langsung dibawa ke Puskesmas Muntok menggunakan kendaraan minibus. Namun naas, sesampai di puskesmas nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan oleh pihak keluarga korban langsung dibawa ke rumahnya di Desa Kace.

 

Kapolsek Mentok Iptu Christo, NYT Nender, seizin Kapolres Bangka Barat AKBP Firman Andreanto, dalam keterangannya membenarkan akibat kejadian tersebut korban meninggal dan langsung dibawa ke rumah duka di Desa Kace. (Rudy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.