Bos Timah Asal Pemali Ini Ternyata Sudah Divonis 3 Bulan oleh PN Pangkalpinang

Hukum Lokal

 

 

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang – Sidang putusan perkara kasus kepemilikan timah ilegal dengan terdakwa Asram Susanto als Asram bin Somad yang dilaksanakan di PN Pangkalpinang kabarnya sudah selesai digelar.

Hal ini dibenarkan oleh pihak PN Pangkalpinang melalui humasnya, Iwan Gunawan. Iwan Gunawan seizin ketua PN Pangkalpinang, I Nyoman Wiguna mengatakan jika sidang putusan terhadap terdakwa Asram Susanto telah selesai dilaksanakan.
“Loh sidang putusan Asram itu kan sudah selesai. Kalau tidak salah minggu kemarin. Putusannya 3 (tiga) bulan penjara lebih rendah 1 (satu) bulan dari tuntutan Jaksa yang menuntu 4 bulan penjara,” ungkap Iwan saat dikonfirmasi terkait perkembangan proses persidangan kasus kepemilikan timah ilegel dengan terdakwa Asram bos timah asal Pemali, dikantin PN Pangkalpinang, Kamis (15/11/2018).

Disinggung soal pertimbangan apa yang mendasari sehingga pihak PN Pangkalpinang menjatuhkan vonis terhadap terdakwa jauh lebih ringan dari ancaman maksimalnya yakni 10 tahun penjara. Bukankah putusan seperti ini tidak akan menimbulkan efek jera terhadap pelaku penampungan timah ilegal maupun penambangan ilegal. Iwan justru meminta forumkeadilanbabel.com untuk membuka website PN Pangkalpinang untuk mendapatkan jawabannya.
“Coba buka website PN Pangkalpinang. Di situ semuanya sudah tertera tuntutan jaksa, putusan majelis hakim termasuk pertimbangan majelis dalam menjatuhkan vonis terhadap terdakwa,” pinta Iwan.

Hasil penelusuran forumkeadilanbabel.com di website PN Pangkalpinang didapati pelaksanaan sidang putusan terdakwa Asram pada hari Senin (5 November 2018) dan menghasilkan amar putusan Majelis Hakim yang diketuai oleh I Nyoman Wiguna dengan hakim anggota Siti Hajar Siregar dan Wahyudinsyah Panjaitan berbunyi;
-Menyatakan Terdakwa Asram Susanto alias Asram bin Somad tersebut diatas, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Tanpa Hak Menampung, Melakukan Penjualan Mineral dan Batubara Yang Bukan Dari Pemegang IUP, IUPK”, sebagaimana dalam Dakwaan alternative pertama;
Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 3(tiga) bulan dan pidana denda sebesar Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 2 (dua) bulan;
Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;
Menetapkan Terdakwa tetap ditahan;
Menetapkan barang bukti berupa
17 (tujuh belas) kampil pasir timah basah dengan berat total + 657(enam ratus lima puluh tujuh) kilogram;
3 (tiga) kampil pasir timah kering dengan berat total + 130 (seratus tiga puluh) kilogram.
Dirampas untuk Negara;
1 (satu) unit timbangan duduk kapasitas 500 (lima ratus) kilogram;
1 (satu) buah nota pembelian pasir timah warna orange;
1 (satu) buah buku catatan penimbangan warna merah; Dimusnahkan;
Membebankan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp5.000,00 (lima ribu rupiah).

Putusan majelis hakim terhadap terdakwa Asram Susanto als. Asram bin Somad ini pun diterima oleh Jaksa Penuntut Umum dari Kejati Babel, Ikhwan Ratsudy yang sebelumnya juga hanya menuntut 4 bulan penjara.

Diketahui sebelumnya, pelaksanaan sidang perkara kasus kepemilikan timah ilegal dengan terdakwa Asram Susanto asal Pemali Kabupaten Bangka sempat dipertanyakan lantaran sidang perkara tersebut digelar di PN Pangkalpinang sementara TKP nya berada di wilayah kewenangan PN Sungailiat. Mungkinkah  vonis 3 bulan yang dijatuhkan oleh majelis hakim PN Pangkalpinang terhadap terdakwa Asram Susanto merupakan jawaban dari pertanyaan ‘Kenapa sidang perkara kasus tersebut di gelar di PN Pangkalpinang?

 

(Red/FkB)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.