Setelah Seminggu Kabur dari Tahanan Polresta Pangkalpinang, akhirnya Rita Kembali Diringkus

Kriminal Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang –
Rita alias Ita (25), tahanan wanita yang melarikan diri dari sel Rutan Mapolres Pangkalpinang sejak Jumat (2/10) lalu, kini telah berhasil ditangkap polisi.

Warga asal Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah ini akhirnya tak bisa berkutik setelah dibekuk disebuah rumah kosong di Kawasan Kelurahan Kacang Pedang Kecamatan Gerunggang Pangkalpinang, Kamis (8/11/2018) sore sekitar pukul 17.15 WIB.

Aparat Satreskrim dan Buser Polsek Tamansari dengan sigap langsung mendatangi tempat pelarian dan berhasil menangkap pelaku.

Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono Septana melalui Kapolsek Taman Sari AKP Junaidi mengatakan, pelaku berhasil ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat.

“Kami langsung menuju ke rumah kosong tersebut dan mengepungnya. Kami dobrak pintunya, ternyata si pelaku ada di dalam rumah,” ujar Kapolsek saat konferensi pers di Mapolsek, Kamis (8/11) malam.

 

Saat ditangkap, lanjutnya, perempuan beranak satu ini mengenakan jilbab guna mengecoh petugas yang ingin menangkapnya.

“Disudut kamar, tapi dia makai jilbab. Kami tanya, Rita ya, bukan jawabnya. Dia menutup muka, langsung saya buka jilbab ternyata memang Rita dan kita bawa ke Polsek ini,” ungkapnya.

Adapun barang bukti kejahatan pelaku yang disita polisi berupa tiga toples, jam tangan, handphone dan tabung gas LPG 3 kilogram.

“Barang bukti yang selama ini disimpan dia ternyata banyak sekali. Pelalu pencurian ini ada dua orang, tetapi yang satunya lagi masih melarikan diri,” terangnya.

Dijelaskan Junaidi, pengakuan pelaku berencana melarikan diri ke Pulau Jawa lantaran mau bertemu anaknya.

“Pelakunya dua orang dan kita jerat dengan pasal 363 ayat 1 dan ke-4e KUHPidana tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat). Sedangkan pelaku satunya masih kita cari dan informasinya sudah melarikan diri ke Jawa,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pelaku sudah tiga kali melakukan pencurian di TKP yang sama.

“Barangnya ada yang dijual dan disimpan dia,” sebut Junaidi.

Ita mengaku,  dirinya sudah tiga kali melancarkan aksinya dalam tindak pidana pencurian. Dirinya terpaksa mencuri lantaran dipaksa temannya, Rika yang masih bebas berkeliaran.

“Terpaksa karena diajak teman Ku hanya nganti (menemani), die (dia) yang ngambil alat rumah. Sedangkan ku nunggu di samping rumah. Dua kali yang dapat,” kata Ita.

 

Ibrahim

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.