Sidang Penangkapan Warga Mabat”Praperadilan Ditolak, Penasehat Hukum dan Warga Tetap Akan Melawan”

Hukum Lokal

 

Forumkeadilanbabel.com, Sungailiat – Sidang kasus praperadilan terkait penahanan 4 warga desa Mabat oleh Polres Bangka di Pengadilan Negeri Sungailiat, Senin (05/11/2018) ramai dihadiri warga Desa Mabat, Kecamatan Bakam. 4 warga ditahan atas dugaan pencurian kelapa sawit milik PT. THEP. (Tata Hamparan Eka Persada)

Suasana sedikit ribut, saat usai persidangan karena praperadilan ditolak dan warga kecewa berat,  sampai seorang ibu dengan menggendong puteranya menangis sesenggukan dan warga yang lain pun ikut bersedih. Warga mengklaim bahwa  4 warga yang ditahan tidak bersalah,

Usai sidang penasehat hukum warga, Karyono SH,  mengatakan, dirinya kecewa dengan keputusan hakim yang menolak gugatan praperadilan yang diajukan atas kasus tersebut. “Saya kecewa dengan putusan Pengadilan Negeri Sungailiat, karena hakim tidak memperhatikan bukti-bukti yang kita sampaikan. Kita keberatan dan tidak menerima keputusan yang mereka  putuskan,”tegasnya.

BACA JUGA :  Samansa Tempilang Gelar MPLS Hadirkan Para Alumni, Muhammad Tahir: Jadi Siswa Harus Unik dan Asik

Dijelaskan Karyono, legalitas PT THEP yang bertindak melaporkan beberapa warga yang mencuri di kebun sawit tersebut, tidak diperhatikan oleh pihak pengadilan seperti dugaan PT THEP yang tidak memiliki Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU). Warga pun bersiap untuk membuktikan pada persidangan pidana nantinya, perihal putusan praperadilan yang menolak gugatan mereka tersebut.
Karyono menambahkan, nantinya warga akan menyiapkan beberapa pengacara yang tergabung dalam Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesia. Ketua Harian Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesia tersebut juga mengaku akan melakukan pembahasan bersama tim kuasa hukum dalam kemungkinan melaporkan kinerja Hakim PN Sungailiat yang memimpin persidangan praperadilan itu.

”Jelas kami dirugikan tetap terhadap putusan hari ini. Ada suatu pertimbangan yang kami sampaikan dalam kesimpulan maupun alat bukti surat tapi tidak dipertimbangkan di dalam putusan,”ujarnya.

BACA JUGA :  Disperindag Provinsi Babel Promosikan Produk Olahan Pinang ke Negara Nigeria

Masih menurut Karyono, pihaknya juga akan mengambil langkah proses hukum atas keputusan hakim tersebut dan akan membuat laporan ke Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA).

Sidang yang dipimpin oleh Hakim tunggal Joni yang membacakan putusan atas gugatan praperadilan yang diajukan pemohon Didi Susanto, dan kawan-kawan melalui penasehat hukumnya. Menyebutkan praperadilan yang diajukan pemohon sendiri, perihal sah atau tidaknya penangkapan, penahanan dan penetapan tersangka oleh pihak Kepolisian. Pendapat hakim menyatakan, yang ditetapkan oleh Polres Bangka, memang merupakan pelaku tindak kejahatan pencurian yang tertangkap tangan oleh pihak keamanan perusahaan sawit.

Sementara tentang surat perintah penangkapan, dianggap telah dimiliki oleh kepolisian yang sesuai dengan alat bukti serta surat permintaan dimulainya penyidikan sudah disampaikan ke Kejari Bangka pada September kemarin. ”Penangkapan, penahanan dan penetapan tersangka adalah sah menurut hukum dan menolak seluruh permohonan dari pemohon,”ujar Joni. (heru sudrajat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.