Selama 2 tahun Aktifitas Tambang Ilegal di Kawasan Hutan Parit 40 Berjalan Mulus

Hukum Lokal

 

Forumkeadilanbabel.com, Belinyu – Terkuak, Belinyu sepertinya surga bagi para penambang ilegal. Hal ini dibuktikan dengan maraknya aktifitas penambangan ilegal. Ironinya lagi aktifitas penambangan tersebut diduga dilakukan di kawasan hutan seperti halnya di Desa Bintet. Tidak hanya di desa Bintet, penambangan ilegal ini juga telah meluluh lantahkan kawasan hutan di Parit 40, kelurahan Romodong Indah, kecamatan Belinyu, kabupaten Bangka dan mirisnya aktifitas ini tidak pernah tersentuh oleh aparat penegak hukum setempat sehingga aktifitas penambangan di Parit 40 ini sudah berjalan selama kurang lebih dua tahun.

 

Padahal aktifitas penambangan di Parit 40 ini dilakukan dengan menggunakan alat berat berupa escavator dan lokasinya sangat dekat dengan akses jalan raya yang menghubungkan Kecamatan Belinyu dengan kawasan wisata pantai Romodong.

BACA JUGA :  Begini Kata Kapolda Soal Massifnya Aktifitas Tambang Ilegal Di Perkebunan PT THEP

 

Berdasarkan informasi dilapangan, aktifitas penambangan diduga milik pengusaha inisial AT warga Belinyu itu berjalan lancar tanpa hambatan lantaran di beck-up atau dikoordinatori oleh oknum TNI setempat. Hal tersebut berdasarkan pengakuan dari seorang operator escavator di lapangan kepada wartawan beberapa waktu lalu, Kamis (1/11/2018 )

“Tambang ini milik AT dan koordinatornya Lz” ujar AP selaku operator escavator, Kamis (1/11/2018 ).

Sumber ini menambahkan jika AT jarang kelapangan (Parit 40, red) karena tambang ini dianggap hasilnya kurang paling satu hari dapat satu kampil ( 100 kg ) dan kalau mau koordinasi ke Lz.

“Tambang ini hasilnya kurang dan kalau mau koordinasi ke Lz saja” kata sumber.

BACA JUGA :  Buka Turnamen Men Fitness Competition Walikota Cup II Tahun 2021, Ini Harapan Molen

Hingga berita ini diturunkan, forumkeadilanbabel.com masih upayakan konfirmasi ke Kepala dinas kehutanan Provinsi, Marwan dan tanggapan Kapolda Kep. Babel terkait aktifitas penambangan ilegal yang diduga merambah kawasan  hutan Parit 40 Romodong Belinyu.

 

(Red/FkB)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.