Setelah Depati Amir Sukses, K. A Hatam dan Raden Kling Juga Akan Diusulkan Sebagai Pahlawan Nasional

Lokal Seremonial

 

 

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang-Setelah mengajukan Depati Amir sebagai Pahlawan nasional asal Babel Depati Amir. Selanjutnya giliran K.A. Hatam (depati Tjakraningrat VII) dari Belitung dan Raden Kling dari Bangka Selatan yang akan diajukan sebagai Pahlawan nasional asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Hal ini diungkapkan oleh penulis sejarah Babel Akhmad Elvian saat ditemui. Sabtu,(3/11) mengungkapkan jika dirinya sangat bersyukur atas penetapan Depati Amir sebagai Pahalawan Nasional asal Babel yang bergelar Patriot Pembentuk ke Indonesia-an.

 

“Selanjutnya kami akan mengusulkan dua pejuang kemerdekaan asal Babel K. A Hatam dan Raden Kling dari Belitung dan Bangka Selatan,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan di daerah lain untuk Pahlawan Nasional bisa dua hingga tiga orang. Ini disebabkan oleh banyak para pejuang untuk memerdekakan Indonesia.

“Di pulau Bangka berserakan para pejuang pembentukan ke Indonesia-an. Hal ini yang harus kita teliti dan kita publikasi ke khalayak ramai. Bagaimana perjuangan mereka untuk membentuk keindonesiaan ini,” ujar Sang maestro budaya Babel ini.

BACA JUGA :  Penjualan Mobil Wuling Melejit di Bangka

Akhmad Elvian menyebutkan dengan adanya tindak kepahlawanan dari pejuang tersebut bisa membangkitkan jiwa patriotisme, jiwa kebangsaan dan semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Rencananya kita akan mengindentifikasi para pejuang dari Bangka Belitung khusus untuk masa sebelum revolusi fisik artinya pejuang pergerakan melawan penjajah belanda atau penjajah kulit putih,” sebutnya.

Ia juga memberikan contoh dua orang pejuang pembentukan keindonesiaan seperti K. A Hatamah dan Raden Kling yang telah berjuang sejak penjajah inggris 1812-1816.

“Sakin berbahaya para pejuang sehingga penjajah melakukan tindakan heroik kepada K.A Hatam dengan cara dipotong kepalanya maka dikenal dengan sebutan Depati keret leher,” jelasnya.

Tidak hanya itu saja perjuangan mereka juga pada masa itu sudah berhubungan dengan daerah lain seperti kerajaan keliling, kalimantan hingga simpul perjuangan mereka sangat luar biasa.

BACA JUGA :  PWI Babel Serahkan 4 SK Kepengurusan PWI Kabupaten

“Dengan sistem pengajuan pahlawan nasional sekarang sangat mudah, maka kita minta kepada pemerintah daerah segera melakukan pengakuan terhadap para pejuang tersebut dengan membuat monumental. Seperti nama jalan nama gedung dan lainnya untuk mengakui perjuangan mereka,” pintanya.

Dengan adanya nama yang monumental tersebut masyarakat bisa bertanya tanya siapa dia? Ini tugas para peneliti dan pengkajian sehingga bisa memberikan informasi tentang sosok pahlawan nasional tersebut.

“Kalau bisa pemerintah daerah menyiapkan anggaran peneliti dan pengkajian hingga seminar harus dilaksanakan minimal dua atau tiga dengan tujuan bisa memberikan informasi publik apakah pas atau tidak sosok pahlawan yang akan kita ajukan ke pusat,” ucapnya.

Tidak hanya itu saja Tim Pengkajian dan penelitian gelar daerah yang ada harus diberdayakan buka hanya ada SKnya saja. Tapi harus dianggarkan juga dana penelitian dan pengkajian tersebut agar ke depan Babel bisa memiliki Pahlawan Nasional lebih dari satu.

BACA JUGA :  Alhamdulillah, Di Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah, PWI Babel Potong 11 Hewan Qurban

“Kalau bisa kita berikan dulu gelar pahlawan daerah baru kita ajukan menjadi Pahlawan Nasional. Kalau hanya sekedar pahlawan daerah itu cukup hanya keputusan Gubernur saja,” tutur Akhmad Elvian.

Ia juga mempersilahkan kepada masyarakat Babel yang ingin mengajukan calon pahlawan daerah agar kedepan bisa diproses melalui TP2GD Babel untuk diteliti dan dikaji.

“Jika layak maka tim TP2GD akan mengajukan kepada Gubernur Babel untuk disahkan sebagai Pahlawan daerah,” pungkasnya.

 

 

(Yuko)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.