PT THEP Estate 111 Riau-Silip Diduga Garap Lahan Warga Meskipun Belum Ada Penyelesaian Ganti Rugi

Hukum Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Riau Silip – Perusahaan perkebunan sawit PT Thep yang berkantor cabang di desa Riau kecamatan Riau Silip kabupaten Bangka di duga telah menggarap lahan warga meskipun belum ada penyelesaian terhadap pemilik lahan.

Demikian disampaikan Iwan salah satu warga yang telah berpindah status kependudukannya saat ditemui di lokasi Air Melandud desa Riau kecamatan Riau Silip.
“Ini lah lahan yang saya klaim ke pihak PT THEP  yang luasnya mencapai 2.4 hektar. Dari 2,4 hektar ini, memang betul 1.2 hektarnya sudah dibayar oleh PT THEP akan tetapi sisanya 1.2 hektar yang belum di bayar malah ikut digarap. Sementara saya belum pernah diberitahukan sejak awal penanaman, tau-taunya pohon sawit sudah setinggi sekarang (berumur 8 tahun, red) baru mengetahuinya dan siapa yang menjualnya,” tanya Iwan seraya menunjukkan lokasi lahan yang di klaimnya seluas 2.4 hektar yang saat ini sudah di penuhi pohon sawit berusia 8 tahun, Sabtu (3/11).

Dengan kejadian rersebut, Iwan merasakan jika lahan miliknya sudah dirampas oleh PT THEP
“PT THEP meng klaim 1.2 hektar akan tetapi penanamanya keseluruhan mencapai 2.4 hektar. Inikan tidak beres dan ada apa ini? Semestinya kalau mereka (PT THEP, red) ganti rugi 1.2 hektar seharus yang di tanam juga 1.2 hektar jangan seluruhnya karena yang sisanya 1.2 hektar itu  belum ada penyelesaiannya,” sesal Iwan.

Warga yang mengklaim lahannya digarap PT THEP, Sabtu (3/11)
Lebih jauh dibeberkan Iwan, pada saat dirinya komplien terhadap PT THEP, saat itu lahan tersebut pernah diminta agar di ukur ulang.
” Kita buat, selanjutnya kita buat tapal batas dengan patok kayu agar ada kejelasan. Setelah ada komplien pada saat itu sehingga penennya sempat terhenti beberapa waktu, namun tiba-tiba panen kembali dilanjutkan oleh pihak PT THEP dan saya juga sempat di anjurkan agar membuat surat klaim kepemilikan atas tanah kepada kantor Desa dan saya buat. Selanjutnya surat tersebut diserahkan kepada pihak PT THEP agar ada kejelasan, namun hingga beberapa kali menanyakan hal tersebut kepada pihak PT THEP belum juga ada kejelasan hingga saat ini,” tuturnya.

Lantaran tidak ada kejelasan terkait penyelesaian lahan warga yang telah digarap PT THEP, akhirnya warga mengundang wartawan untuk dipublikasikan.
“Sehingga kami mengundang pihak media agar masalah ini dipublikasikan. Kita sudah berupaya semaksimal namun belum juga ada penyelesaian, sebenarnya saya selaku pemilik tanah dari dulu sampai saat ini hanya meminta agar tanah yang belum diganti rugi tersebut agar segera di selesaikan karena sudah terlanjur digarap oleh PT THEP,” tandasnya.

Senasib dengan Iwan, Lukpi alias Apai juga mengalami hal yang sama meskipun memiliki surat pernyataan berkebun yang di keluarkan pemerintah Desa Riau tahun 2001 silam dengan luas tanah 250 x 100 m2 namun lahan tersebut tetap saja di garap PT THEP.
“Punya saya pun sama pak, sudah digarap oleh PT THEP tanpa pemberitahuan, hanya pada saat itu setahu saya dapat pergantian dengan nilai 12 juta untuk satu hektar. Sementara luas tanah saya seperti tertera dalam surat 250 x100m2 artinya 2.5 hektar. Nah 1.5 hektarnya belum mendapat ganti rugi dan juga digarap oleh PT THEP dan hingga sekarang belum juga ada penyelesaian dari perusahaan itu. Pada saat di lakukan penanamn tanpa ada pemberitahuan sama sekali tiba2 sudah di garap. Jadi dalam hal ini karena semua sudah terlanjur ya tolong lah diselesaikan secara baik-baik dari sisa tanah tersebut,” pinta Apai.

Masih di tempat yang sama, Russali Ali Ardi alias Aling juga mendapatkan nasib yang serupa. Lahannya seluas 0.7 dan 0.4 hektar belum juga di ganti rugi namun PT THEP tetap mengarapnya.
“Memang kita tidak memiliki surat tapi bentuk tanam tumbuh kita ada dilokasi tersebut dan jelas namun tidak ada juga pemberitahuan tiba-tiba langsung di garap. Kalau mereka menanyakan saat kita komplien pasti mereka(PT THEP, red) menanyakan mana suratnya, akan tetapi kenapa pada saat mereka membeli lahan milik warga-warga yang lain tidak menanyakan suratnya, tiba-tiba mereka lansung ganti rugi kan aneh, sekali lagi kami yang merasa lahannya di garap PT THEP agar secepatnyaa diselesaikan agar tidak berlarut larut,”  demikian pinta Aling.

Sudi Yono selaku menejer PT THEP Estate 111 Riau-Silip Kecamatan Riau-Silip saat di temui forumkeaadilanbabel.com di kantor desa Riau, Sabtu(3/11/2018). Sudi Yono berdalih jika dirinya baru satu tahun bertugas jadi tidak mengetahui secara jelas duduk permasalahannya.
“‘Saya baru satu tahun di sini jadi belum mengetahui secara persis permasalahan ini. Setahu saya masuk ke sini (RIau Silip, red) karena tanamannya sudah berusia 8 tahun dan panennya juga sudah mengunakan egrek. Saya pikir sudah tidak ada lagi masalah dan saya sayangkan kenapa kok baru sekarang warga komplain kenapa tidak dari dulu. Setahu saya yang di komplain warga 1.2 hektar tersebut saya dapat beritanya sudah dibayar dan tidak ada lagi masalah,” dalihnya.

Saat disinggung yang punya surat juga sempat di garap oleh PT THEP. Sudi Yono justru terkesan mengelak.
“Nah kalau itu saya tidak tahu dan no komen karena saya tidak tahu historinya seperti apa dan no komen,” kilah Sudi Yono.

Terpisah, kades Riau Zainar saat di temui forumkeadilanbabel.com di kantornya sabtu(03/11/2018)belum bisa  di mintai tanggapannya lantaran sedang memimpin rapat.
(Bustami)
BACA JUGA :  Apresiasi Kinerja Polres Pangkalpinang Tangkap "Sang Predator", Aliansi Pemuda Pangkalpinang Minta Pelaku Dihukum Seberat-Beratnya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.