Ada Smelter IUP-nya 10 ha Namun Kuota Export Timahnya Hingga Ribuan Ton Setahun

Hukum Lokal

 

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang – Succofindo diminta tidak begitu saja menerima perpindahan para pemilik Smelter dari Surveyor Indonesia ke Succofindo.

Hal tersebut dikatakan wakil ketua DPRD Babel, Deddy Yulianto terkait kabar adanya perpindahan para pemilik Smelter di Bangka Belitung dari Surveyor Indonesia ke Succofindo.

 

“Kami harap Succofindo dapat menunda. Kita tunggu hasil pemeriksaan dari Mabes Polri terkait penggebrakan beberapa waktu lalu. Kami minta setelah hasil investigasi yang dilakukan oleh Mabes Polri baru la Succofindo dapat memberi sinyal,” kata Deddy Yulianto dalam rilis yang dikirimkan ke redaksi forumkeadilanbabel.com Kamis (1/11).

 

Terkait veryfikasi Surveyor Indonesia terhadap asal usul timah yang didapat oleh perusahaan Smelter selama ini. Deddy meminta aparat penegak hukum untuk konsisten melakukan penegakan hukum terhadap pembohongan verifikasi yang dilakukan Surveyor Indonesia termasuk asal usul export timah yang dilakukan Smelter selama ini.

 

“Kami minta aparat penegak hukum konsisiten terhadap pembohongan verifkasi yang dilakukan oleh Surveyor Indoenesia. Kami juga minta usut asal usul export pasir timah selama ini yang di lakukkan oleh para Smelter. Apalagi data yang kami peroleh ada Smelter yang hanya mempunyai luas IUP 10 Ha, namun kuota export ribuan ton dalam setahun. Itu mesti kita bongkar dari mana pasir timah yang di dapat,” pungkasnya.

 

(Red/FkB)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.