Terkait Pembakaran Bendera Kalimat Tauhid, Sekda Kota Pangkalpinang Gelar Rapat Kordinasi

Lokal Seremonial

 

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang- Dampak dari pembakaran bendera berkalimat Tauhid yang terjadi di Garut Jawa Barat oleh oknum Banser. Mendapat reaksi masyarakat Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Reaksi masyarakat Babel ini rencananya akan diadakan di Taman Mandara Kota Pangkalpinang pada hari Jumat (26/10) siang. Hal ini kemudian mendapat tanggapan serius dari berbagai pihak, baik Pemerintahan, Tokoh Agama maupun Aparat TNI/ Polri dan organisasi terkait.

Mengingat akan diadakannya aksi dari masyarakat ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama MUI Kota Pangkalpinang, Polres Kota Pangkalpinang dan Kodim 0413/ Bangka serta MKUB Kota Pangkalpinang, KESBANGPOL, dan seluruh Perwakilan organisasi mengelar Rapat Kordinasi terkait pembakaran bendera kalimat tauhid yang terjadi di Garut. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Walikota Pangkalpinang Rabu (24/10).

Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang Radmida Dawam mengatakan bahwa tujuan dari pertemuan ini adalah jangan sampai dampak dari kejadian ini akan berindikasi dampak yang buruk untuk ibu kota Pangkalpinang. Khususnya bagi masyarakat Pangkalpinang, dirinya menginginkan bahwa kota Pangkalpinang tetap terjaga kondusifitasnya, keamanan dan ketertibannya.

“Pada kesempatan pertemuan ini kita semua sudah mengambil sikap
dalam upaya menyikapi perkembangan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya jelang pemilu 2019,” ungkapnya.

Dalam hal ini MUI Kota Pangkalpinang, MKUB Kota Pangkalpinang beserta pihak Polresta Pangkalpinang, Kodim 0413/ Bangka ini telah mengambil sikap diantaranya :

1. Menghimbau kepada seluruh eleman masyarakat agar tetap menjaga keutuhan ketentraman dan ketertiban di Kota Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung dan tidak berbuat hal hal yang merugikan Persatuan dan Kesatuan umat

2. Mengajak seluruh umat beragama khususnya di Kota Pangkalpinang agar tetap bersikap tenang dan tidak mudah terpancing oleh provokasi dan pemberitaan Hoax yang dapat memecah belah persatuan umat khususnya jelang pelaksanaan pemilu 2019.

3. Menghimbau kepada seluruh element masyarakat untuk selalu menjaga kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama agar tetap kondusifnya situasi Kamtibmas di Kota Pangkalpinang.

4.Terkait peristiwa yang terjadi di Garut Jawa Barat apabila terjadi pelanggaran hukum maka sepenuhnya diserahkan kepada aparat kepolisian untuk dilakukan penegakan hukum .

Ramida Dawam menyebutkan selain melakukan pernyataan sikap. Dirinya  juga menghimbau melalui dewan masjid untuk melakukan khotbah yang menyejukkan bagi masyarakat.

“Hal ini dilakukan tidak lain ialah untuk menjaga keamanan Kondusifitas di Kota Pangkalpinang agar tetap terjaga,” pungkasnya.

 

Yuko

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.