Dewan Riset Daerah Menyayangkan PT Timah Lakukan Invansi Hingga Keluar Negeri Atas Jaminan IUP nya di Babel

Hukum Lokal

 

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang-Potensi sumber daya alam di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sangat kaya tapi hingga saat ini masyarakat Babel belum sejahtera, kemana saja harta kekayaan alam Babel tersebut ?

Patris Lumumba ketua Alumni Komite Nasional Pemuda Indones ia Babel saat ditemui sesuai pembukaan seminar nasional dengan tema pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam Babel pasca timah di Swiss belhotel kota Pangkalpinang mengatakan

“Saat ini PT.Timah menguasai 72 % kekayaan alam Babel melalui Izin usaha pertambangan. Ada fasilitas umum 18 % dan masyarakat sekitar 5 sampai 8% saja,” katanya. Senin,(22/10).

Berdasarkan data dari Dewan Riset daerah mengatakan saat ini masyarakat yang mengelola lahan ex tambang sering kali berbenturan dengan IUP PT Timah tersebut.

“Kita berharap kedepan jika ada IUP yang sudah tidak ekonomi dan tidak produksi lagi atau yang sudah abis masa IUPnya kenapa tidak dikembalikan kepada daerah dan diberikan kepada masyarakat disekitar kawasan tersebut. Melalui pertambangan rakyat,” pintanya.

Ketua Alumni KNPI Babel juga menyebutkan Dewan Riset daerah Babel memiliki data berapa banyak IUP yang ada tapi sudah tidak produksi lagi dan yang sudah habis masanya tetapi belum di reklamasi oleh pengusaha tambang tersebut ada kesan cuma cari untung saja habis itu kabur.

“Hal ini akan dikritisi oleh Dewan Riset daerah di kegiatan Seminar nasional yang sedang berlangsung saat ini. Jika ini dikembalikan kepada masyarakat Babel maka akan berdampak dengan kesejahteraan masyarakat Babel,” tegasnya.

Ia juga sangat menyayangkan sikap PT. Timah yang akan melakukan invansi ke luar daerah Babel hingga ke luar negeri. Padahal yang menjadi jaminannya IUP yang merupakan aset masyarakat Babel dibawa keluar. Dimana efek domino ekonomi masyarakat Babel nol persen,” ujarnya.

Oleh karenanya, dia mengajak Mari kita cermati bersama agar kedepan masyarakat Babel bisa menikmati hasil kekayaan alam Babel bukan hanya milik segelintir dan sekelompok orang saja.

“Kegiatan seminar nasional akan dipaparkan berapa banyak kerugian daerah akibat pertambangan timah ini, kami berharap pasca tambang timah di Babel. Kita jangan kecolongan lagi. Masih banyak mineral ikutan yang mungkin hanya dimiliki oleh Babel bisa dinikmati untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

 

(Yuko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.