Misteri Keberadaan Sopir Truk Bermuatan 9 Ton Pasir Timah Yang Diamankan Polisi

Kriminal Lokal

 

Forumkeadilanbabel.com, Sungailiat – Kasus penangkapan satu unit truck muatan pasir timah oleh tim Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) dan Polda Babel di pabrik peleburan timah ( Smelter ) PT Panca Mega Persada (PMP) di kawasan industri Jelitik kecamatan Sungailiat, kabupaten Bangka, Kamis (11/10/2018) lalu menyisahkan misteri.

Pasalnya sopir truk yang ditangkap tim penyidik dari Bareskrim itu hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya padahal barang bukti (BB) berupa pasir timah dan satu unit truk berwarna kuning ber nomor Polisi BN 8036 QB masih berada di Mapolres Bangka.

Demikian dikatakan kabag ops Polres Bangka, Kompol S. Sophian seizin Kapolres Bangka, AKBP Budi Aryanto melalui sambungan telepon, Senin (15/10).
“Waduh saya kurang 86 itu, tetapi memang benar ada penangkapan itu tetapi sampai saat ini kronologis dan kegiatannya saya tidak monitor, karena semuanya dilakukan oleh tim Mabes Polri” ujar Kabag Ops Polres Bangka, Kompol S. Sophian ketika dikonfirmasi terkait penangkapan satu unit truk yang diduga berisi timah.

Sophian mengakui jika barang bukti berupa satu unit truck bermuatan pasir timah itu hingga saat ini masih dititipkan di Mapolres Bangka namun menurutnya yang menyita semua itu adalah tim dari Mabes Polri.
“Barang bukti berupa satu unit truck diduga berisi pasir timah masih dititipkan disini (Mapolres Bangka, red) dan hari pertama penangkapan, tim dari Mabes sempat melakukan pemeriksaan dengan menggunakan salah satu ruangan disini (Mapolres Bangka, red),” ungkap Sophian.

Ditanya keberadaan sopir truck tersebut. Sophian mengakui jika saat ini dirinya tidak mengetahui keberadaan sang sopir itu.

BACA JUGA :  Tender Jetty Desa Sukal Muntok Gagal, Pokja dan PPK Beda Persepsi
“Sopir tersebut tidak ada di Mapolres Bangka” tutup Sophian.

Dari kabar yang beredar sebelumnya jika tim dari Bareskrim Polri berhasil mengamankan satu unit truk diduga berisi 9 ton pasir timah. Kejadian ini berawal dari tiga unit truck bermuatan pasir timah yang diduga illegal itu disebut sebut milik kolektor pasir timah AK asal kecamatan Parit Tiga kabupaten Bangka Barat dan TN alias SY. Dua truck dikirim ke smelter PT Refined Bangka Tin (RBT) sedangkan satu trucknya dikirim ke smelter Panca Mega Persada (PMP).  Namun satu truk ysng dikirim ke smelter PMP inilah yang ditangkap oleh tim Mabes Polri, Kamis (11/10).

Sayangnya, Arief manajer Human Resouces Delartent ( HRD ) PT RBT yang dikonfirmasi wartawan mengaku tidak mengetahui persoalan pengiriman pasir timah itu. Dirinya hanya mengurusi karyawan. Soal penangkapan pasir timah itu, diketahuinya setelah dirinya mendapat informasi adanya penangkapan pasir timah di smelter PMP dari orang lain.“Gak tau saya dan baru dengar juga” ujar Arif melalui sambungan telpon, Senin (15/10/2018).

BACA JUGA :  Peringati Hari Bhakti Adhyaksa Ke-61, Jefferdian Sampaikan Kinerja Kejari Pangkalpinang Priode Januari 2021 Hingga Saat ini

Terkait pasir timah tiga truck dari Parit Tiga yang kabarnya harus disetorkan semua ke PT RBT. Arif kembali mengatakan tidak mengetahui persoalan itu karena dirinya hanya mengurusi persoalan karyawan

“Persoalan pasir timah saya gak tahu. Saya hanya mengurusi tentang karyawan dan kalau untuk persoalan itu, ke ibu Elis selaku legal perusahaan dan Fai selaku humas,” tutupnya.

(Red/FkB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.