Kantongi Izin, Selalu dibina dan diawasi, Kabid Industri harapkan Pabrik Kecap SS dan Siong tetap Berjalan

Hukum Lokal

 

Jamhir, Kepala Bidang Perindustrian Dinas Tenaga Kerja Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kab. Bangka

Forumkeadilanbabel.com, Sungailiat – Jamhir, Kepala Bidang Perindustrian Dinas Tenaga Kerja Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kab. Bangka dalam jumpa persnya mengatakan jika dirinya berharap pabrik kecap SS dan Siong di Lingkungan kuday yang merupakan Industri Kecil Menengah (IKM) unggul Kab. Bangka tetap bisa berjalan, Senin (15/10).

Kepada awak media, Jamhir menyampaikan harapannya itu dikarenakan sepengetahuannya bahwa Pabrik Kecap SS dan Siong selalu diawasi dan dibina secara rutin oleh Disperindagkop Kab. Bangka dan selama puluhan tahun telah memperkerjakan banyak orang dalam membantu produksi kecap.

Dirinya juga menyampaikan bahwa setiap tahun pabrik kecap ini juga selalu dilakukan uji sample bahan komposisi seperti IKM lain yang ada di kabupaten Bangka, dan pada tahun 2017 sudah keluar uji sample melalui BP POM yang menyatakan hasil yang layak konsumsi.

” Kami dari Disperindagkop selalau melakukan kegiatan rutin kami yaitu pengambilan sample untuk dicek ke BP POM, setiap tahun kami lakukan setiap ada tambahan bahan pembuatan tidak hanya di pabrik ini tapi juga IKM yang lain seperti tahu, kemplang dan kretek” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan jika hasil pemeriksaan dari BP POM menyatakan produksi kecap SS dan Asiong layak untuk dikonsumsi.

” Dalam hal ini Pabrik kecap SS dan siong sudah kita ambil samplenya tahun kemarin dan sudah ada samplenya keluar langsung dari BP POM yang hasilnya negatif atau bagus dan layak konsumsi, ada buktinya itu” jelas Jamhir.

Mengenai kejadian penggerebekan pabrik kecap ini oleh Subdit Indagditkrimsus Polda Babel yang menduga ada penggunaaan limbah ditambah dengan beredarnya Video amatir terkait ditemukannya cicak yang mati (10/10), Jamhir mengaku jika pihaknya tidak mengetahui permasalahannya karena sepegetahuannya,  produsen kecap SS dan Siong selama ini sudah berjalan sebagaimana mestinya.

” Katanya ada limbah itu kami tidak tahu masalahnya, yang kami ketahui selama ini produsen kecap SS dan Siong sudah berjalan sebagaimana mestinya. Makanya kami heran & tidak tahu apa masalah penggrebekan itu diluar kontrol kami, kecap ini selalu dalam binaan dan kontrol kami yang rutin kami lakukan” tambahnya.

Dikatakannya juga jika sinergitas mereka dengan instansi yang lain terkait operasional pabrik seperti Like higienis dari Dinas Kesehatan, PRT dan izin BP POM serta perizinan yang lain juga sudah di lengkapi oleh pabrik kecap lokal yang merek dan pelanggannya sudah terkenal ini.

” Jadi semua perizinan kita cek dari dinas kesehatan like higienisnya sudah dikeluarkan, PRT kemudian izin BP POM yang lainnya juga sudah lengkap” terang Jamhir.

Mewakili Disperindagkop bagian Industi IKM Kab. bangka, Jamhir berharap semua IKM di kabupaten bangka termasuk Kecap SS dan siong dapat berkembang dan tidak mati di tengah jalan

” Ada masalah seperti ini kita tetap turun tangan, karena kita ingin IKM – IKM kita di Bangka ini berkembang bukan malah dimatikan, iya kan ?” harapnya.

 

(Ikrar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.