Pelaksanaan Proyek Pembangunan Bendungan Metukul Sudah Sesuai Spesifikasi Tehnik

Hukum Lokal

 

Para pekerja PT Nindya Karya dilengkapi APD

Forumkeadilanbabel.com, Toboali –  Terkait pemberitaan proyek bendungan Metukul desa Rias Toboali yang di espos di forumkeadilanbabel.com. Pihak perusahaan kontraktor PT Nindya Karya, melalui manager lapangan proyeknya, Muslim ST memberikan klarifikasinya terkait beberapa poin yang menjadi topik pemberitaan sebelumnya, Sabtu (13/10).

Menurut Muslim yang ditemui di lokasi proyek, Sabtu (13/1) mengatakan jika tudingan adanya pekerjaan tanah puru yang tidak menggunakan tanah puru pilihan melainkan tanah puru ‘KAK’ adalah tidak benar.

“Tudingan itu tidak benar. Sebab pihak perusahaan dalam pekerjaan tanah puru tetap menggunakan tanah puru pilihan bukan tanah puru yang dibilang tanah puru ‘KAK’. Yang jelas, dalam pelaksanaan proyek  ini, tentunya pihak perusahaan tidak akan berani mengambil resiko dalam pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi tehnik pekerjaan,” ungkap Muslim seraya mengajak forumkeadilanbabel.com untuk melihat lokasi quary yang dipakai untuk penimbunan jalan tanah puru.

Di lokasi quary terlihat eksavator sedang melakukan pengisian tanah puru ke dum truk untuk proyek jalan tanah puru

 

 

Selanjutnya, Muslim juga mengklarifikasi tudingan soal penerapan K3 yang tidak maksimal. Menurut dia, penerapan K3 saat ini pihaknya sudah melaksanakan secara maksimal.

“Soal K3, saat ini pihak perusahaan sudah maksimal dalam penerapannya. Silahkan dilihat sendiri bagaimana kami dalam penerapan K3 termasuk juga penggunaan APD (alat perlindungan diri)” akunya.

Tidak hanya soal penerapan K3, Muslim juga memberikan penjelasan terkait aliran sungai yang tercemar lumpur. Dikatakannya, jika tercemarnya air sungai di bendungan Metukul itu bukan disebabkan oleh pekerjaan proyek pembangunan bendungan.

“Jadi tercemarnya air sungai oleh lumpur itu bukan karena pekerjaan proyek bendungan Metukul, bisa kita tinjau bersama apakah ada dari kegiatan kami yang mencemari aliran sungai,” jelasnya.

Untuk mengecek kebenaran yang disampaikan Muslim ST selaku manager lapangan proyek pembangunan bendungan Metukul, forumkeadilanbabel.com pun melakukan penelusuran baik soal penerapan K3 maupun soal penyebab tercemarnya air sungai oleh lumpur.

Dalam pantauan di lokasi quary (tempat pengambilan tanah puru, red) terlihat aktifitas angkut muat tanah puru sedang berlangsung. Satu demi satu drum truk terlihat silih berganti mengisi tanah puru dengan menggunakan satu unit eksavator. Masih di area proyek juga terlihat para pekerja dan staf yang terlibat dalam pekerjaan proyek tersebut sudah melaksanakan penerapan K3 secara maksimal termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD), termasuk progres pelaksanaan pekerjaan yang sudah sesuai dengan schedulenya. Begitu juga dengan kondisi air sungai yang tercemar lumpur  dari penelusuran didapati penyebabnya lantaran maraknya aktifitas penambangan di hulu, sehingga lumpur yang dihasilkan akibat dari penambangan di hulu terbawa arus hingga mencemari air yang ada di bendungan Metukul tersebut.

 

(Red/FkB)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.