Pemilik SPDN Nomor 29.334.20 Ini Mengklaim Pendistribusian BBM Bersubsidi Sesuai Prosedur dan Mekanisme, Faktanya?

oleh

 

 

Suasana aktifitas pendistribusian bbm bersubsidi jenis solar di SPDN Kp. Nelayan, Selasa ( 9/10) malam sekira pukul 19.00 WIB

Forumkeadilanbabel.com, Sungailiat – Pemilik SPDN Kp. Nelayan 2 Sungailiat, Gery  yang menklaim jika SPDN miliknya itu mendistribusikan  bbm bersubsidi jenis solar sudah sesuai prosedur dan mekanisme yang telah ditetapkan Pemerintah dalam pendistribusian bbm bersubsidi.

Namun sayangnya pengakuan Gery tersebut terbantahkan setelah forumkeadilanbabel.com menyaksikan secara langsung pembongkaran bbm bersubsidi jenis solar di SPDN bernomor 29.334.20 yang berlokasi di kampung Nelayan 2 Sungailiat, Selasa (9/10) malam sekira pukul 19.00 WIB.

Terpantau, malam itu suasana di SPDN kampung Nelayan 2 hiruk pikuk dengan aktifitas pembongkaran bbm bersubsidi jenis solar. Terlihat sekitar puluhan warga memadati lokasi SPDN tersebut untuk mendapatkan jatah bbm bersubsidi jenis solar. Dari informasi di lapangan sebagian besar dari warga tersebut diketahui berprofesi sebagai penambang timah.
Menariknya, di bagian halaman SPDN bernomor 29.334.20 tampak parkir satu unit mobil Taft yang berisikan puluhan jerigen di dalamnya.
Sang pemilik SPDN, Gery juga terlihat hadir di lokasi. Dengan mengendarai mobil honda Jess, Gery disapa pengerit.
“Hello bos. Apa kabar bos,” demikian sapaan sejumlah pengerit kepada sang pemilik SPDN tersebut.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan   Gery sang pemilik SPDN bernomor 29.334.20 dikonfirmasi terkait aktifitas pembongkaran minyak solar di malam hari, melalui telephon maupun pesan WA tak kunjung memberikan tanggapannya.
Diketahui sebelumnya, Gery yang mengaku sebagai pemilik Solar Packet Dealer Nelayan (SPDN) di Kampung Nelayan dua Sungailiat membantah pemberitaan di media menyebutkan banyak warga nelayan yang tidak mendapatkan minyak solar di SPDN kampung Nelayan dua. Minyak solar hanya dinikmati segelintir oknum warga kampung Nelayan dua saja.
Gery yang juga memperkenalkan dirinya sebagai gubernur Lira Babel sangat tidak setuju dengan pemberitaan tersebut.
“Dipemberitaan forumkeadilanbabel.com memuat pernyataan sumber yang menyebutkan banyak warga nelayan yang tidak mendapatkan minyak solar di sini. Tapi kenyataannya hari ini saksikan sendiri. Kita bagi bagikan minyak solar ke warga nelayan bahkan ibu ibu semua kita bagi. Memang ketentuannya harus pakai surat kepemilikan kapal dan surat keterangan akan berlayar. Namun untuk administrasi seperti itu terlalu bertele tele. Maka tidak kita berlakukan. Pokoknya warga nelayan yang mau beli minyak solar kita layani semua,” terang Gery kepada sejumlah media yang memang sebelumnya diundang Gery untuk meliput pembagian minyak solar di SPDN kampung Nelayan dua, Sabtu (6/10).

Masih kata Gery, dalam pemberitaan di situ sumbernya menyebutkan jika minyak solar dari SPDN yang diakui miliknya itu aktifitas pendistribusiannya dilakukan di malam hari dan diangkut pakai mobil pick up dan truk adalah tidak benar.
“Nara sumber di forumkeadilan itu sangat keliru dan sangat memihak. Solar yang dibeli ibu ibu itu terkadang dibawa ke perkasa untuk ambil biji timah. Anda bisa lihat di sana ada kapal ikan yang ada sakan di atasnya. Jadi bukan untuk nangkap ikan. Nah kapal kapal itu ada setor. Jadi ada upeti yang dak bisa saya sebut dalam hal ini. Dari 60 – 65 persen ibu ibu yang beli minyak di sini. Ketika minyak suaminya penuh mereka lempar ke situ (Perkasa, red). Kita tahu hal itu namun kita tetap bantu. Jadi jelasnya kita distribusikan bbm jenis solar ini sudah sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku,” terangnya panjang lebar.

Justru menurutnya pengambilan upeti oleh kelompok tertentu terhadap aktifitas TI apung tersebut yang jumlahnya mencapai ratusan unit di perairan air kantung Sungailiat, itu yang harus diusut. Sebagai gubernur Lira Babel dirinya bersama stafnya mengaku merasa terpanggil untuk melaporkan hal tersebut ke Polda Kep. Babel.
“Saya selaku gubernur Lira Bangka Belitung, LSM terbesar di Indonesia akan melaporkan hal tersebut ke Polda Kep. Babel.Termasuk juga memproses tudingan larinya minyak dari SPDN kampung nelayan ini seperti yang diberitakan di forumkeadilan. Tunggu saja tanggal mainnya,” katanya mengancam.
(Tim)
BACA JUGA :  Sidang Kasus Penyerangan, Saksi Ungkap Peristiwa Itu, Betul-betul Terjadi di Depan Mata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.