Babar Diobok-obok Media Luar, Pendiri Pokja Wartawan Ini Tanya Besar

Lokal Seremonial

 

Rudy ST, Pegiat Pers, Pendiri Pokja Wartawan Babar

Forumkeadilanbabel.com, MuntokĀ  — Maraknya media luar yang masuk ke Bangka Barat membuat sejumlah kalangan pers lokal tanya besar. Apalagi tak jarang upaya konfirmasi awak media luar ke sejumlah narasumber berbuntut cecok.

Hal ini akibat miskomunikasi sehingga wartawan tidak mendapatkan informasi yang diharapkan.

Padahal menurut Rudy yang juga salah satu pendiri Pokja Wartawan Bangka Barat ini, dikonfirmasi, Jumat, (5/10/2018), wartawan dari manapun boleh melakukan kegiatan jurnalistik asalkan dengan cara-cara yang santun. Di dalam Kode Etik Jurnalistik (KEJ), pasal 2 jelas diatur, “Wartawan Indonesia Menempuh Cara-cara yang Profesional dalam Melaksanakan Tugas Jurnalistik”. Cara-cara profesional yang dimaksud seperti dalam huruf b, yakni menghormati hak privasi.

BACA JUGA :  Antisipasi Cluster Penyebaran Covid-19, Penerapan Prokes dan Capaian Vaksinasi, Syarat Penyelenggara Event

“Upaya konfirmasi awak media dengan Bapak Kapolres Bangka Barat yang berakhir ketersinggungan dan ditulis disejumlah media online beberapa hari yang lalu, membuktikan adanya miskomunikasi. Kasus ini sebagai pembelajaran kedepan agar pers lebih bersinergi karena wartawan ini mitra kerja kepolisian,”ujar wartawan yang sudah belasan tahun terjun di dunia pers ini.

Ditambahkan Rudy, para pemangku kepentingan di daerah juga dalam memperlakukan awak media tidak menciptakan sekat-sekat.

“Seperti yang terjadi di Bangka Barat, aspirasi yang muncul dari kawan-kawan pers, ada yang menyebut itu kelompok medianya plat merah.

Untuk.kelompok ini fasilitas dicukupi mulai dari bantuan “mobil dinas” plat merah. Sementara ada lagi kelompok wartawan di luar kelompok tersebut tetap menulis tapi mendapat perlakuan beda. Ini yang namanya dikatomi media sehingga akan menimbulkan sentimen, akhirnya menempatkan diri sebagai “media oposisi”, ini.yang tidak mau kita harapkan,” ungkap pengurus bidang hukum Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Babel ini.

BACA JUGA :  Kasus Pembobolan ATM Di Mega Mart Sungailiat, Kasat Reskrim Polres Bangka Akui Kesulitan Identifikasi Pelaku

“Pokja Wartawan jangan menutup diri. Karena tujuan Pokja Wartawan Babar yang kita bentuk untuk merangkul semua rekan-rekan media di kabupaten yang aktif dalam tulisannya. Kalau wartawan Bangka Barat bersatu saya yakin semua kawan-kawan terinspirasi menulis untuk kemajuan daerah,” tandas Rudy.

 

(Red/FkB)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.