Siapa Bilang Perokok Pahlawan, Ini Tanggapan IDI Babar

Hukum Lokal

 

Verifikator Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bangka Barat, dr Hendra

 

Forumkeadilanbabel.com, Muntok — Kebijakan Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Tentang Pajak Rokok guna menutupi defisit BPJS, bukan berarti para perokok pahlawan pajak.

Tanggapan ini disampaikan Verifikator Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bangka Barat, dr Hendra, menanggapi sejumlah komentar masyarakat terutama di media sosial (medsos) menyoal kebijakan presiden tersebut.

Seperti ungkapan seorang netizen yang berbunyi, ” Pada akhirnya para perokok adalah pahlawan pajak…,” ujar salah seorang anggota grup sebuah medsos.

dr Hendra, saat menggelar jumpa pers, beberapa hari yang lalu di RSUD Sejiran Setason Sehat mengatakan, sebenarnya kalau seorang perokok masuk asuransi umum, premi yang dibayarkan lebih tinggi karena resiko penyakitnya tinggi dibanding peserta asuransi pada umumnya. Sementara di BPJS, peserta membayar angsuran sama sesuai kelasnya.

BACA JUGA :  Pemprov. Babel Siapkan Penggerukan 5 Alur Sungai

“Nah, dari hasil cukainya ini harus bantu orang yang sakit, karena orang yang merokok baik aktif maupun pasif membuat orang sakit. Jangan kemudian berpikir biarlah saya merokok saja, biar bisa bantu BPJS untuk orang sakit,”ujar dr Hendra menepis anggapan salah tersebut.

Karena itu menurut pengurus IDI yang juga Kabid Pelayanan di RSUD Sejiran Setason Bangka Barat ini, ungkapan jika perokok pahlawan pajak sangat tidak enak di telinga.

“Dengar itu saya sakit rasanya selaku seorang dokter,” tandasnya. (Rudy).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.