Proyek Pekerjaan Bendungan Metukul Rias Disorot

Hukum Lokal

 

Proyek Rehabilitasi Bendung Metuku Rias Toboali

 

Forumkeadilanbabel.com, Toboali – Pelaksanaan Proyek pekerjaaan bendungam Metukul di desa Rias Bangka Selatan yang menelan dana hampir mencapai 60 milyar rupiah mulai mendapat sorotan dari LSM Pegiat Anti Korupsi di Babel.

Pasalnya proyek yang dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII melalui satker SNVT Pelaksanaan Jaringan Air Sumatera VIII Wilayah Provinsi Kep. Bangka Belitung yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya didapati beberapa temuan pekerjaan yang diduga tidak sesuai RAB dan kurangnya penerapan K3 oleh pihak perusahaan kontraktor.

Demikian disampaikan sekretaris LSM Gerakan Barisan Komitmen Konstitusi (Gebrakk) Srowijaya Provinsi Babel, Ibrahim kepada awak media.

“Proyek pekerjaan bendungan Metukul Rias yang menelan dana hampir 60 milyar ini menjadi sorotan lembaga kami. Sebab beberapa kali saya beserta kawan-kawan media datang ke lokasi, belum pernah ketemu dengan pengawasnya. Baik pengawas dari satker SNVT PJSA Provinsi maupun dari konsultan pengawas,” ungkap Ibrahim, Rabu (26/9).

BACA JUGA :  Membanggakan! Inovasi PENTAHELIX Hantarkan Pemkab Bangka Raih Top Inovasi Terpuji Pelayanan Publik se Indonesia

Padahal kata Ibrahim, dalam pengamatannya di lapangan ada beberapa item pekerjaan yang menurutnya dipertanyakan.

“Seperti halnya, pekerjaan jalan tanah puru. Kami menduga sebagian tanah puru yang digunakan bukan jenis tanah puru pilihan melainkan tanah puru ‘KAK’ yang diambil di lokasi setempat. Hal ini perlu di klarifikasi oleh pengawas baik dari pijak kontraktor maupun pihak satker SNVT PJSA sehingga tidak menimbulkan berbagai asumsi,” ungkap Ibrahim.

Masih kata dia, selain pekerjaan tanah puru. Dirinya juga menyoroti penerapan K3 dalam pelaksanaan pekerjaan proyek Metukul itu.

“Soal K3, saya kira pihak perusahaan kontraktor masih kurang dalam penerapannya. Terlihat masih ada pekerjanya yang tidak menggunakan helm pelindung kepala. Padahal penerapan K3 ini kan merupakan kewajiban perusahaan dalam pelaksanaannya,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Lagi, Pokja 11 ULP Babel Disanggah Soal Lelang Proyek Jembatan Delas Jilid II

Berdasarkan pantauan  forumkeadilanbabel.com belum lama ini. Pelaksanaan proyek pekerjaan Metukul di desa Rias itu memang terkesan kurangnya pengawasan baik dari pihak kunsultan pengawas maupun dari pihak satker SNVT PJSA Provinsi Babel.

“Maaf pengawasnya tidak ada pak. Masih di Palembang. Mungkin besok ada. Orang PU nya juga hari ini tidak datang. Yang ada mandor pekerjaan. Tapi ndak bisa juga memberikan statemen ke media,” beber salah satu pekerja di lokasi tersebut.

Dalam area lokasi pekerjaan, nampak terlihat papan plang informasi proyek kegiatan Rehabilitasi Bendung Metukul Di Rias dengan pagu dana Rp. 57.870.810.000 bersumber dari DIPA PJPA Sumatera VIII  Provinsi Babel, tahun anggaran 2017 – 2018. Dengan kontraktor pelaksana PT Nindya Karya dan masa pelaksanaan selama 516 hari kalender. Dengan Konsultan Pengawas Supraharmonia Consultindo.

BACA JUGA :  Pengurus Pusat Dukung Penuh Inaker Daerah Laporkan PT PMM Ke Presiden

Di area yang sama juga terlihat Direksi kit namun sayangnya Direksi kit ini dalam kondisi terkunci sehingga wartawan yang bermaksud mengecek progres pembangunan bendungan Metukul dan RAB nya yang biasanya terpampang di direksi kit tidak terlaksana.

Terpisah, pihak satker SNVT PJSA Sumatera VIII Provinsi Kep. Babel melalui pejabat pembuat komitmen (PPK), Rudi Susilo yang dikonfirmasi terkait temuan tersebut hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapannya.

 

(Red/FkB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.