Melyadi : Sebanyak 30 Unit TI Rajuk Di Kolong Kuarsa Sudah Dibongkar

Hukum Lokal
Kondisi TI Rajuk pasca pembongkaran oleh tim dari KPH Babar, Selada (25/9)

Forumkeadilanbabel.com, Babar – Jika sebelumnya pihak Polres Bangka Barat memberiikan tenggang waktu kepada pemilik TI Rajuk di kolong Kuarsa Teluk limau yang dipastikan masuk dalam kawasan hutan lindung (HL) hingga satu minggu ke depan. Namun bagi Kepala Dinas Kehutanan Provinsi, Marwan melalui kepala UPT Kantor Pengelolaan Hutan (KPH) Bangka Barat, Melyadi mengatakan jika TI Rajuk yang beraktifitas di kolong Kuarsa yang masuk dalam kawasan HL Teluk Limau hari itu dilakukan pembongkaran.

“Sudah kami bongkar dan pembongkaran itu dibantu oleh warga pemilik tambang,” ungkap Melyadi melalui pesan WhatsApp, Selasa (25/9/2018) malam.

Melyadi mengungkapkan jika sebanyak 30 TI Rajuk yang beraktifitas di sana semuanya sudah dibongkar.

“Ada sekitar 30 Ponton Rajuk yang ada di kolong Kuarsa itu dan saat ini sudah dibongkar,” pungkasnya.

Tim dari KPH saat melakukan pembongkaran TI Rajuk di kolong Kuarsa, Selasa (25/9)

Sebelumnya, kabag ops Polres Bangka Barat, Kompol Febriandi Haloho seizin Kapolres Bangka Barat, Akbp Firman Andreyanto kepada media ini mengatakan jika para penambang di kolong Kuarsa saat ini diberikan renggang waktu satu minggu ke depan untuk membongkat TI Rajuk mereka.

“Atas perintah Pak Kapolres kita terjunkan tim ke lokasi kemarin untuk melakukan sosialisasi dan pencegahan penambangan di kawasan hutan lindung. Jadi kita belum melakukan penertiban kepada para penambang di sana. Sementara hanya mendata dulu  TI Rajuk yang ada dan memberikan arahan supaya penambang tak melakukan penambangan lagi di kolong kuarsa sebab kolong tersebut masuk dalam kawasan hutan lindung (HL),” kata Kompol Febriandi via sambungan telepon, Selasa (25/9).

Suasana aktifitas TI Rajuk sebelum dibongkar, Munggu (23/9)

Ditambahkannya, untuk saat ini sekitar sebanyak 20 unit TI Rajuk itu diberikan waktu satu minggu ke depan untuk berhenti melakulan aktifitasnya dan mengangkat TI Rajuk mereka dari kolong kuarsa.
“Bilamana sudah satu minggu dari waktu yang telah diberikan itu. Mereka tidak juga berhenti dan mengangkat TI rajuknya  maka kita akan melakukan penertiban dengan cara melakukan penindakan secara tegas terhadap mereka,” tutupnya.
(Red/FkB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.