Akhmad Elvian Satu satunya tokoh asal Provinsi Kepulauan Babel Sukses Meraih Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi

Lokal Seremonial

 

 

Forumkeadilanbabel.com, Jakarta- Drs. Akhmad Elvian Satu satunya tokoh asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendapatkan penghargaan Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi Kategori Pencipta, Pelopor dan Pembaru dari Kementerian pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia.

 

Berdasarkan data dari website Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan penghargaan kepada 51 pelaku budaya yang dinilai memiliki dampak strategis terhadap pelestarian kebudayaan yang mencakup perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan.

Tim penilai Kemendikbud memilih puluhan seniman tersebut juga karena berkomitmen kuat terhadap pewarisan nilai-nilai kebudayaan, baik yang tak benda maupun benda.

Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi yang dibuat sejak tahun 2012 oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud, menyebut apresiasi terhadap pelaku seni ini dibuat dalam kerangka penguatan karakter bangsa.

Sebanyak 51 tokoh itu dibagi menjadi beberapa kategori yakni penerima Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, untuk kelas Bintang, yaitu Bintang Budaya Parama Dharma, dan kelas Satyalancana Kebudayaan, yang diteruskan ke Sekretariat Negara untuk dinilai oleh Dewan Tanda Kehormatan.

Sedangkan pada sisi yang lain, dalam kapasitas instansi teknis yang menangani kebudayaan, maka Dirjen Kebudayaan Kemendikbud memberikan apresiasi dalam program dan Kegiatan Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi.

“Program apresiasi ini sebagai salah satu cara menginternalisasikan nilai budaya, diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat sekaligus meningkatkan motivasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap pengembangan kebudayaan Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid di Jakarta, Selasa.(25/9).

Adapun nama-nama tokoh penerima Anugerah Kebudayaan tahun ini adalah:

Gelar dan Tanda Kehormatan dari Presiden RI kategori Bintang Budaya Parama Dharma:

– Prof. Dr. RM Soedarsono (Seni Tari)

– RJ. Katamsi Martorahardjo (alm.) (Seni Rupa)

Gelar dan Tanda Kehormatan dari Presiden RI kategori Satyalancana Kebudayaan:

– Hamzah Daeng Mangemba (alm.) (Budayawan)

– Ashadi Siregar (Sastra)

– Yoseph Rawi (Sastra dan Budaya)

– Tubagus Oemay Martakusumah (alm.) (Teater)

– Sahidah (Tenun)

– Ebiet G. Ade (Musik)

– But Muchtar (alm.) (Seni Rupa)

– Ida Bagus Njana (alm.) (Seni Rupa)

Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi Kategori Pencipta, Pelopor dan Pembaru

– Sidi Saleh (Film)

– Glenn Fredly (Musik)

– Jecko Siompo (Tari)

– Jose Rizal Manua (Teater)

– Afrizal Malna (Sastra)

– Agus Suwage (Seni Rupa)

– Tjokorda Gde Raka Sukawati (alm.) (Arsitektur)

– Lily Yulianti Farid (Sastra)

– Sri Aksana Syuman (Musik)

– Eko Supriyanto (Tari)

Kategori Pelestari :

– Temu Misti (Seniman Gandrung Banyuwangi)

– Hermin Istiariningsih (Wayang Beber)

– RP. Leo Joosten Ginting, OFMCap. (Budaya Batak Karo)

– I Made Wena (Bendesa Adat Kutuh)

– KRAT Muhamad Karno Kusumodiningrat (Karno KD) (Seni Tari, Karawitan dan Pedalangan)

– Antonius Taula (Tradisi Kulit Kayu)

– Djatikusumah (Pemangku Adat Sunda Wiwitan)

– Kartini Kisam (Tari Topeng Betawi)

– Akhmad Elvian (Pegiat Adat dan Istiadat Budaya Bangka)

– Hanna Keraf (Anyam Rotan)

Kategori Anak Remaja:

– Thifalia Raudina Mahardya (Lukis)

– Alya Namira Nasution (Sastra)

– Nadia Shafiana Rahma (Sastra)

– Trio Wahyu Aji (Seni Pedalangan)

– Darryl Simeon Sanggelorang (Seni Tari)

Kategori Maestro Seni Tradisi:

– Abah Engkus (Silat)

– Chairuddin Dahlan (Musik Melayu)

– Darul Hamim (Jarul) (Tradisi Lisan)

– Supangkat (Dalang)

– KPH Pujaningrat (RM Dinusatomo) (Tari)

Kategori Komunitas:

– Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)

– Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI)

– INACRAFT

– Gerakan Rumah Asuh

– Lembaga Pendidikan Seni Nusantara

– Pesta Kesenian Bali

Kategori Pemerintah Daerah:

– Kabupaten Wonosobo

– Kota Tomohon

Kategori Perorangan Asing:

– R. William Liddle

– Valeria Martano

– Leo Suryadinata

(Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.