Nelayan Pulau Celagen dan Pongok Keluhkan Sempitnya Alur Keluar Masuk Kapal

Lokal Seremonial
Alur keluar masuk kapal motor nelayan Pulau Celagen yang dikeluhkan para nelayan

 

Forumkeadilanbabel.com, Pongok – Pulau Pongok merupakan pulau terluar di Kabupaten Bangka-Selatan dimana penduduknya mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan.

Pulau Celagen dan Pongok merupakan dua pulau yang dikenal sebagai daerah penghasil ikan tangkap  yang cukup besar di Kabupaten Bangka Selatan.

Namun ada hal yang sering menghambat dan merugikan para nelayan ke dua pulau tersebut  saat keluar melaut untuk mencari ikan.

Yakni alur keluar masuk kapal nelayan yang ditandai dengan dua buah mercusuar berlampu merah dan hijau yang terpasang dipintu keluar masuk. Menurut para Nelayan alur tersebut sangat sempit dan ditambah lagi dengan daerahnya banyak beting (tumpukan pasir di tengah alur, red). Kondisi inilah yang sering menjadi kendala kapal-kapal nelayan dan kapal lainya alami kandas bila air surut dan sering juga terjadi kecelakaan laut, berupa tabrakan sesama kapal saat masuk dan keluar dari Pelabuhan Pulau Celagen dan Pongok.

Lampu mercu suar tanda batas gerbang keluar masuk kapal yang dinilai para nelayan terlalu sempit

 

Beberapa warga Nelayan Pulau Celagen meminta kepada awak media ini agar keinginan mereka disampaikan untuk ditindak lanjuti.

 

“Tolong Pak, sampaikan keluhan kami ini kepada Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Pusat yang membidangi hal ini. Kami minta Pemerintah mau mendengar keluhan kami ini agar alur keluar masuk kapal perahu nelayan tidak lagi jadi kendala buat kami,” kata Ambo warga nelayan pulau Celagen yang diamini oleh rekan rekan seprofesinya, belum lama ini.

Dia menambahkan jika dirinya dan warga nelayan lainnya sering kali mengalami hambatan dan rintangan saat melewati alur masuk kapal motor di sekitar lampu mercu suar.

 

“Kami sering mengalami hambatan dan rintangan saat melewati alur di dekat lampu mercu suar di situ. Kapal perahu kami terkadang kandas dan bahkan kecelakan laut pernah terjadi di situ. Kami sangat menantikan upaya yang dilakukan oleh pihak pemerintah terkait, minimal melakukan pengerukan alur dan memperluas pintu keluar masuk pelabuhan,”  ungkap Ambo warga Nelayan Celagen dengan penuh harap ini.

Kepala Desa Pulau Celagen M.Bahtiar yang dikonfirmasi terkait keluhan warganya, membenarkan jika sedari dulu warga pulau Celagen sangat berharap alur keluar masuk kapal kapal nelayan itu diperlebar dan diperdalam.

 

“Memang benar adanya keluhan Nelayan kami yang menginginkan alur keluar dan masuk kapal-kapal Nelayan dan kapal lainya. Beting beting (tumpukan pasir laut di area alur, red) minta dikeruk dan pintu masuk dengan tanda Mercusuar  itu diperlebar,”  pinta kades Pulau Celagen, M Bahtiar kemarin.

 

(Ibrahim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.