Acep : Aktifitas Penambangan Ilegal  Di Kawasan Hutan Lubuk Lesung Justru Makin Menggila

Hukum Lokal

 

Lokasi penambangan ilegal di kawasan hutan Lubuk Lesung yang porak poranda di hantam alat berat

Forumkeadilanbabel.com, Belinyu – Aktifitas penambangan ilegal tampaknya tak ada kata berhenti untuk merambah  kawasan hutan produksi maupun kawasan hutan lindung.

Terbukti,  Dusun Lubuk Lesung, Desa Gunung Pelawan Kecamatan Belinyu meskipun kondisi kawasan hutan di wilayah itu sudah babak belur akibat pertambangan ilegal namun aktifitas penambangan justru makin menggila.

Kendati di kawasan tersebut sudah terpasang lapan plang imbauan dilarang membakar hutan dan menambang, para pelaku tambang tetap saja melakukan aktifitas penambangannya.

Terlihat satu unit alat berat bersiap untuk menggarap lokasi tambang di kawasan hutan produksi Lubuk Lesung

Mirisnya, pihak aparat yang diharapkan oleh masyarakat untuk melakukan penertiban guna mencegah meluasnya kerusakan kawasan hutan tersebut justru terkesan berdiam diri dan tutup mata.

“Kepada aparat, tolong ditindak! jangan cuma berani dengan penambang kecil saja, tapi untuk penambang skala besar justru didiamkan. Jangan tebang pilih pak, ” kata salah satu warga Lubuk Lesung, Yanto kepada forumkeadilanbabel.com, Jum’at (21/9/2018).

Papan plang larangan melakukan kegiatan pengrusakan kawasan hutan

Hal senada juga disampaikan Acep selaku kepala Inhutani Kabupaten Bangka ketika ditemui di kantornya. Menurut Asep, aktifitas penambangan di kawasan hutan dusun Lubuk Lesung desa Gunung Pelawan Belinyu sangat luar biasa.
” Peringatan peringatan yang kita pasang dengan papan plang tak dianggapnya. Bahkan papan plangnya sempat di cabut oleh para penambang di sana. Namun kita pasang lagi,” ungkap Acep menanggapi maraknya aktifitas penambangan di kawasan hutan Lubuk Lesung desa Gunung Pelawan Belinyu, Jum’at (21/9/2018).

Tak cuma itu saja, menurut Acep, pihaknya bahkan sudah seringkali menyurati pihak aparat termasuk Polsek Belinyu dan KPHP untuk melakukan penertiban terhadap pengrusakan kawasan hutan akibat penambangan namun sayangnya hingga saat ini aktifitas tersebut justru makin menggila.
“Kami sudah melayangkan surat ke Polsek Belinyu dan juga  KPHP,  tapi nyatanya penambangan disana, bukannya berkurang justru makin marak. Termasuk setelah ramainya pemberitaan di media aktifitas penambangan ilegal itu di sana tetap berjalan. Bingung jadinya, ” kata Acep mengaku bingung.



Lebih mirisnya lagi, salah satu pemilik tambang yang bernama Afat warga Belinyu sekaligus disebut sebut sebagai salah satu  bos timah Belinyu secara blak blakan mengaku telah melakukan eksploitasi penambangan ilegal di kawasan hutan Dusun Lebak Lesung desa Gunung Pelawan itu.

Bahkan Afat mengungkapkan jika yang melakukan aktifitas penambangan ilegal di kawasan hutan itu bukan hanya dirinya, melainkan sejumlah orang yang ada di Belinyu juga turut serta bersama dirinya melakukan eksploitasi penambangan ilegal disana.

“Kalau punya ku cuma satu disana, untuk tambang yang lainnya banyak di dalam sana. Jadi bukan punya saya saja,” akunya kepada wartawan belum lama ini.

Dari informasi yang didapat, jika aktifitas penambangan timah ilegal di kawasan hutan lindung (HL) dan hutan produksi (HP) di dusun Lubuk Lesung tersebut marak dilakukan oleh beberapa orang pengusaha tambang sekaligus pemain lama di dunia pertambangan timah ilegal.

Sayangnya hingga berita ini diturunkan, Dodi Kurniawan selaku ketua tim Gakkumdu KLHK yang pernah turun melakukan penertiban tambang ilegal di kawasan hutan Mapur beberapa waktu lalu yang dikonfirmasi via WhatsApp (WA), Jum’at (21/9/2018) belum memberikan tanggapannya terkait maraknya aktifitas tambang ilegal di kawasan hutan dusun Lubuk Lesung desa Gunung Pelawan Belinyu.
(Red/FkB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.