MILIKI IMB, BANGUNAN BERDIRI DI ATAS LAHAN RESAPAN AIR KOLONG KATIS DIPERTANYAKAN

Hukum Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Bangka – Gedung bangunan yang  diduga berdiri di atas lahan daerah resapan air DAS (Daerah Aliran Sungai, red) kolong Katis, Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka dipertanyakan oleh masyarakat setempat.

Pasalnya gedung bangunan tersebut telah mengantongi IMB dari Pemerintah. Padahal bangunan gedung itu berdiri di atas daerah resapan air atau DAS yakni di atas Kolong Katis.

M. Rifuad selaku Sekretaris BPD desa Kace Timur, mengungkapkan jika keberadaan gedung bangunan yang berdiri di daerah resapan air atau DAS yakni di atas kolong Katis menjadi pertanyaan masyarakat setempat.
“Meskipun bangunan gedung itu sudah memiliki IMB, tetap saja menjadi buah bibir. Masyarakat justru merpertanyakan terbitnya IMB tersebut, sebab bangunan itu sudah berdiri di daerah resapan air, DAS kolong katis. Saya berserta masyarakat  mempertanyakan lagi lahan yang di atasnya dibangun gedung itu di beli dari siapa?” tanya Rifuad seraya menunjuk ke arah bangunan yang berdiri di atas DAS Kolong Katis, Rabu (19/9/2018).

Rifuad juga mengatakan, jika keberadaan gedung bangunan tersebut justru menjadi ancaman bagi masyarakat setempat apabila musim hujan kolong akan mengalami banjir.
“Akibat dampak dari bangunan gedung itu, masyarakat sekitar sudah sering mengeluh apabila ketika musim hujan datang, daerah kawasan sekitar kolong katis saat ini sering mengalami banjir, dikarenakan saat ini kondisi luas kolong sudah mengalami penyempitan. Dari itu saya berharap kepada pemerintah Kabupaten Bangka Induk, untuk meninjau kembali IMB yang sudah terbit itu,” harapnya.

Sementara itu, Lio Kim selaku pemilik gedung ketika ditemui di ruangan kerjanya mengatakan, jika gedung yang dibangunnya itu sudah memiliki IMB dan meminta awak media untuk menanyakan langsung ke Pemerintah Desa yang telah mengeluarkan rekomendasi IMB.
“Silahkan tanya saja pada pemerintah desa yang sudah mengeluarkan rekomendasi IMB, kita tidak berani membangun tanpa adanya IMB. Kalau saya salah, maka saya akan menuntut Pemerintah yang sudah mengeluarkan ijin IMB tersebut,” kata Lio Kim mengancam.

Namun saat disinggung soal lahan yang telah dibangun gedung di atasnya itu dibeli dengan siapa, Lio Kim enggan menjawabnya dan terkesan menutup nutupi hal tersebut.

Terpisah, Ketua Forum DAS Propinsi Babel Fadilah Sobri menegaskan jika betul bangunan tersebut berdiri di atas resapan air atau DAS dan memiliki IMB maka pengeluaran IMB oleh Pemkab Bangka perlu dipertanyakan.
“Kalau memang benar, bangunan gedung itu berdiri di daerah kawasan sepandan ataupun DAS dan memiliki IMB maka pemkab Bangka dalam mengeluarkan IMB itu diduga sudah tidak melalui mrkanisme dan prosedur yang benar. Ini tanda kutip, ada apa? ungkap dosen UBB ini dalam menanggapi kabar adanya bangunan gefung yang berdiri di atas Kolong Katis, Kamis (20/9/2018).

Lebih jauh dikatakan Fadilah Sobri, jika memang itu terjadi maka akan menambah rumitnya permasalahan penyelesaian dalam penanganan banjir di kota Pangkalpinang, sebab kolong Katis itu merupakan hulunya kolong retensi kacang pedang di kota Pangkalpinang.
“Kita berharap pemkab Bangka segera mengambil tindakan tegas untuk memberhentikan pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung di atas kawasan sempadan DAS Kolong Katis itu. Permkab Bangka harus tegakkan Perda larangan mendirikan bangunan di kawasan sempadan resapan air, DAS termasuk undang undang RI tentang kawasan Sempadan dan redspan air DAS. Jika memang sudah berdiri maka bangunan tersebut harus dirobohkan,” tegasnya.

Hingga betita ini diturunkan, pihak pihak terkait masih diupayakan konfirmasinya.
(Red/FkB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.