Pangkalpinang Ternyata Sejak Dulu Sudah Jadi Ibukota Kerisedenan

Lokal Seremonial

 

 

 

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang  — Kota Pangkalpinang ternyata sejak dulu sudah menjadi ibukota kerisedenan. Kota ini merupakan pertemuan dua basis kebudayaan di pulau Bangka. Selain sebagai Kerisedenan Bangka Belitung, 22 April 1950, kota ini juga telah menjadi Kewedanaan Bangka Tengah.

Riwayat ini disampaikan Plt. Walikota Pangkalpinang, M Sopyan, dalam sambutannya pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Pangkalpinang ke – 271, bertempat di Halaman Kantor Walikota Pangkalpinang, Senin, (17/9/2018).

Hadir pada upacara tersebut, Gubernur Babel yang diwakili Asisten I Bidang Administrasi Umum Yulizar, Sekda Kota Pangkalpinang Radmida Dawam, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kota Pangkalpinang Suparyono, Kepala Badan Kesbangpol Kota Pangkalpinang Suhartini, Kasat Pol PP Rasdian, Danrem 045 Gaya diwakilli Kasipers Letkol Cah I Wayan Windia, Dandim 0413/Bangka Letkol Arm Riski Budianto, Kapolresta Pangkalpinang AKBP Imam Risdiono S, Kajari Pangkalpinang, Ari Prioagung, serta Hakim Pengadilan Negeri Pangkalpinang Iwan Gunawan, SH, MH.

Menurut Sopyan, seiring dengan waktu, Kota Pangkalpinang kemudian tumbuh dan berkembang menjadi kampung besar (village). Selanjutnya kemudian terjadi pembagian kerja dengan diferensiasi
fungsi,hak dan tanggung jawab yang kemudian
melahirkan kelompok-kelompok sosial dengan aktifitas sosial, kemudian terwujud ke dalam bentuk fisik dan non fisik yang membentuk Pangkalpinang
Secara filosofi pusat kegiatan ekonomi , pusat kebudayaan dan pusat peradaban.

Tanggal 3 September 1913 Kota Pangkalpinang telah dijadikan sebagai ibukota Keresidenan Bangka yang membawahi 10 distrik dan 31 underdistrik. Kemudian, Pangkalpinang ditetapkan menjadi ibukota Keresidenan
Bangka Belitung atas dasar ordonansi tanggal 2 Desember 1933, Stbl Nomor 565.

“Memperingati hari jadi kota adalah memperingati suatu peristiwa sejarah yang dianggap penting sebagai tonggak atau momentum keberadaan sebuah kota. Peristiwa sejarah tersebut diharapkan dapat melahirkan angan-angan moral,menjadi sumber inspirasi, introspeksi dan edukasi, sebagai pedoman perilaku, sebagai momentum yg dapat di jadikan faktor pemicu dan pemacu semanga (switch match) mentalitas dan moralitas
untuk membangun Kota Pangkalpinang,” ujar Plt walikota ini pada sambutan akhirnya.

Usai apel acara kemudian dilanjutkan pemberian pin pinang emas dan pemberian kunci rumah layak huni serta foto bersama.

 

(Editor Rudy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.