Meski bukan HL, Pihak PDAM Belinyu Minta Tambang Ini Dihentikan

Hukum Lokal
Lokasi Tambang yang diduga berjarak hanya 15 meter dari kolong sumber air baku PDAM Belinyu

Forumkeadilanbabel.com, Belinyu РAktifitas penambangan timah yang sebelumnya diduga dilakukan di kawasan hutan, setelah dicek dengan GPS, lokasi tersebut  ternyata berada di lahan area penggunaan lainnya (APL).

Hal ini diketahui setelah sejumlah wartawan turun bersama tim UPT KPH ke lokasi yang dimaksud, Sabtu (15/9/2018) siang.

Menurut salah satu petugas UPT KPH jika lahan yang ditambang di lokasi sekitar PDAM tidak masuk kawasan hutan namun masuk APL.
“Lahan yang ditambang ini titik koordinat
0585341 dan 9821345. Sekitar 1,6 km jaraknya dari kawasan hutan lindung Bubus,” sebutnya.

Dari pantauan di lokasi, aktifitas penambangan timah yang hanya berjarak 15 meter dari kolong sumber air baku PDAM Belinyu ini cukup luas areanya. Terlihat sedikitnya 6 unit PC menggarap lahan di atas IUP PT Timah itu.

Dari informasi yang dihimpun di lokasi, jika tambang tersebut dikelolah oleh dua orang pengusaha tambang yakni Ryan Lan dan Romlan.

Untuk tambang yang berada di samping kantor PDAM adalah disebut sebut milik Ryan Lan yang luasnya diperkirakan puluhan hektar. Sedangkan tambang di bagian belakang kantor PDAM yang berjarak sekitar 15 meter dari kolong sumber air baku PDAM Belinyu disebut sebut milik Romlan warga Belinyu.

Direktur PDAM Tirta Bangka, Suhendra sempat mengaku resah terkait adanya aktifitas tambang tersebut, terutama tambang yang berada di belakang kantor PDAM Belinyu.
“Dampaknya, kolong resapan air makin berkurang. Sekarang ni kolong sumber air baku sudah makin mengecil. Padahal kebutuhan akan air bersih bagi masyarakat Belinyu makin bertambah sementara kolong resapan air di PDAM makin berkurang dengan adanya aktifitas tambang tersebut,” ungkap Suhendra ketika dihubugngi via telepon, Sabtu (15/9/2018).

Kolong sumber air baku PDAM Belinyu yang alami pengurangan resapan air akibat aktifitas penambangan yang diduga hanya berjarak 15 meter

Lebih jauh dikatakannya, jika aktifitas tambang di belakang kantor PDAM Belinyu itu juga sudah melewati batas dari rencana kerja yang telah ditetapkan PT Timah.
“Kami dari pihak PDAM meminta aktifitas tambang di situ dibenahi lah. Kalau tidak bisa dibenahi ya lebih baiknya dihentikan saja. Soalnya aktifitasnya sudah melewati batas dari rencana kerja (RK) yang telah disampaikan pihak PT Timah krpada kami. PT Timah waktu kita turun sama sama ke lokasi disampaikan jika jarak lokasi penambangan dengan kolong sumber air baku adalah 100 meter. Tapi saat ini hanya berjarak 15 meter dari kolong sumber air baku,” tandasnya.

Kantor PDAM Belinyu yang saat ini dikepung aktifitas penambangan berskala besar

Sementara itu, kabid humas PT. Timah, Anggi Siahaan mengaku jika tambang yang bersebelahan  dengan PDAM Belinyu itu dikerjakan CV Global Mandiri Jaya yang merupakan mitra PT Timah.
“Tambang tersebut dikerjakan oleh mitra PT Timah dan kita sudah menempatkan Wastam di situ untuk pengawasan. Sehingga pengelolah tambang bekerja sesuai rencana kerja (RK) yang kita berikan,” terang Anggi via telepon, Sabtu (15/9/2018).

Terkait keresahan yang disampaikan pihak PDAM Tirta Bangka terhadap aktifitas tambang di situ. Anggi katakan jika hubungan antara PDAM Belinyu dengan pihak pengelolah tambang telah bersinergi dengan baik.
“Sinerginya cukup baik. Mungkin hanya mis komunikasi saja. Kita selalu berkordinasi dengan pihak PDAM di sana sehingga aktifitas tambang di situ tidak keluar dari rencana kerja (RK),” kata Anggi.

Terkait pelanggaran perusahaan pengelola tambang terhadap rencana kerja (RK) dari PT Timah. Anggi berjanji, jika pihaknya akan meminta Wastam yang ditugaskan di lokasi tersebut untuk membuat laporan  dan tidak hanya itu, pihak PT Timah sendiri akan turun ke lokasi.
” Akan kita mintai laporan Wastam di situ. Kita juga akan turun ke lokasi untuk mengecek sejauh mana pelanggaran terhadap RKnya,” janjinya.

Bila terbukti, kata dia pihak PT Timah selaku pemilik IUP bisa saja melakukan pemutusan kemitraan terhadap pengelolah tambang tersebut.
“Sanksi beratnya. Kita bisa putuskan kemitraan dengan perusahaan yang mengelolah tambang tersebut jika pelanggarannya berat,” tutupnya.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, pemilik perusahaan tambang yang berlokasi di belakang PDAM Belinyu, Romlan belum berhasil ditemui.
“Maaf, pak Romlan saat ini tidak bisa ditemui. Beliau tengah sibuk belum bisa diajak ketemuan. Tulis aja beritanya tapi berita yang bagus bagus, jangan sampai karena pemberitaan yang kurang bagus citra beliau jatuh,” kata Andika yang berseragam Forkorda mengaku orang dekatnya Romlan di salah satu warung makan di sekitaran pasar Belinyu, Sabtu (15/9/2018)
(Red/FkB)
BACA JUGA :  Samansa Tempilang Gelar MPLS Hadirkan Para Alumni, Muhammad Tahir: Jadi Siswa Harus Unik dan Asik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.