Ditpol Air Kep. Babel Lepas Pengiriman Zirkon Keluar Babel 

Hukum Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang –
Jajaran Subdit Gakkum Polair Polda Kepulauan Bangka Belitung kembali melepas 5 unit truk berisi 35 ton pasir jenis zirkon dari salah satu kapal di Pelabuhan Pangkalbalam. Padahal pengiriman zirkon dari  PT Cinta Alam Lestari itu diduga tidak memiliki IUP OP ata IUPK.

Namun sayangnya kasubdit Gakkum Polair Polda Kepulauan Bangka Belitung, AKBP Irwan Nasution berpendapat lain. Irwan menyatakan jika pihaknya melepaskan 5 truk yang berisi 35 ton pasir zirkon yang berasal dari Belitung memiliki izin yang sah.

“Benar,  kronogis kejadiannya pada hari Jumat (7/09) sekira pukul 11.00 WIB, anggota kita mengamankan 5 truk berisi 35 ton pasir zirkon yang berasal dari Belitung, ” ungkapnya kepada awak media, Minggu (9/9).

Lebih lanjut dikatakannya , jika 5 truk berisi zirkon tersebut sudah dilepaskan karena memiliki izin legal yang sah.

“Kita hanya punya waktu 1×24 jam untuk menahan bila ada pidananya kita proses, bila tidak ada kita lepas, ” kata Irwan.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) , Dedy Yulianto saat dihubungi awak media, menegaskan jika kegiatan pengiriman zirkon oleh PT Cinta Alam Lestari adalah ilegal.

“Polair punya hak menahan 5 truk berisi zirkon itu,  karena jelas pengiriman itu Ilegal,” tegasnya, Minggu (9/9)sore.

Dedy sangat menyayangkan bila Polair melepaskan 5 truk yang berisi 35 ton zirkon, karenal sebelumnya Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sudah pernah meminta  menghentikan pengiriman zirkon itu.

“Sebelum ada perda, Pak Gubernur   meminta untuk menghentikan pengiriman zirkon di Provinsi Bangka Belitung (Babel). Itu kok bisa-bisanya PT Cinta Alam Lestari mengirim zirkon, ” ungkapnya kecewa.

Oleh karenanya, Dedy meminta pihak kepolisian untuk menahan kembali 5 truk yang berisi 35 Ton Zirkon.

“Saya minta pihak kepolisian untuk menahan  kembali 5 truk berisi zirkon, karena pengiriman ilegal itu jelas pidana, “pintanya.

Seperti diketahui, mineral ikutan timah tidak dibenarkan lagi keluar dari Bangka Belitung, hingga pergub dan perdanya dibuat.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan beberapa waktu lalu. Nah…

(Red/FkB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.