Zainal : Itu Proyek Besar, Mana Berani Main Curang

Hukum Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Bateng — Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda & Olah Raga Kabupaten Bangka Tengah, Zainal SPd angkat bicara terkait sorotan awak media dan LSM teradap  pelaksanaan proyek pekerjaan pembangunan tahap 2 kolam renang bertaraf Internasional di Desa Beluluk Pangkalan Baru Bangka Tengah.

Kepada wartawan, Zainal mengaku senang  jika proyek pembangunan kolam renang itu menarik perhatian wartawan dan LSM.
” Saya selaku kepala dinas merasa sangat mendapat apresiasi kalau proyek bertaraf internasional ini menjadi perhatian rekan rekan wartawan dan LSM pegiat anti korupsi. Insya Allah dengan demikian proyek ini kedepannya tidak akan bermasalah, ” kata Zainal via ponselnya ketika dikonfirmasi terkait proyek pekerjaan tahap II kolam renang yang saat ini menuai sorotan, Rabu (29/8).

Namun dikatakan Zainal, jika pembangunan tahap 2 kolam renang Beluluk itu sudah sesuai spesifikasi teknis.
” Proyek ini adalah proyek yang besar dan mana mungkin kami berani main-main atau melakukan kecurangan. Sebab di dalam proyek banyak pihak yang dilibatkan seperti pihak perencana dan konsultan pengawas. Jadi tidak mungkin lah kami berani macam macam apalagi melakukan kecurangan. Untuk itu pelaksanaan proyek ini kita pantau terus setiap hari Rabu guna memastikan perkembangan progres dan kwalitasnya,” terangnya.

Lalu bagaimana dengan pantauan awak media terhadap kurangnya penerapan K3 dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. Zainal mengakui sependapat jika pantauan rekan-rekan wartawan dan LSM soal tidak adanya penerapan K3 oleh pihak perusahaan kontraktor.
“Bahkan kita berterima kasih kepada rekan rekan wartawan dan LSM karena sudah mengingatkan akan pentingnya penerapan K3 bagi pihak kontraktor. Oleh karenanya saya selaku kepala dinas sudah menegur kontraktornya agar tidak lalai dalam penerapan K3 dan hal ini akan terus kita pantau,” beber Zainal.

Soal material hebel  yang dinilai berkwalitas rendah. Diakui Zainal jika hal itu sudah menjadi tanggung jawab pihak kontraktor selaku pelaksana di lapangan.
” Yang penting material yang dipakai harus mengacu dengan spesifikasi yang sudah diterapkan dan jika sudah sesuai standardisasi tidak masalah mau dibeli dimana saja,” tandasnya.

Terpisah, ketua komisi I DPRD Bangka Tengah Mehoa kepada wartawan mengungkapkan jika penyelesaian pelaksanaan proyek pekerjaan kolam renang Desa Beluluk terancam molor dari target.
“Masa kerja efektif pihak pelaksana proyek tersebut hanya tersisa dua bulan lagi, belum bisa dipastikan  dapat digunakan untuk Poprov apa tidak, keputusan diambil mendekati pelaksanaan. Tapi yang jelas sudah dipastikan molor, dari 5 November ke tanggal lain. Bisa dikatakan ini kesalahan pengambil kebijakan, harus nya jika sudah tau urgent (mendesak), ya jangan lewat dari pantauan sedetik pun proses SOP,” ungkap Mehoa, Rabu (29/8) siang via pesan WhatsApp.

Menurut Politisi PDI Perjuangan itu, penyebab molornya penyelesaian proyek pekerjaan kolam renang itu mungkin diakibatkan kurang fokusnya dinas terkait dan miskoordinasi dalam proses pemberkasan proses pencairan dan lainnya.
“Bisa jadi kan, harusnya selesai 1 hari namun justru memakan waktu 3 hari untuk prosesnya. Itu jika berbicara pemberkasan proses pencairan dan lainnya. Ditambah lagi saat pengesahan bantuan dana hibah (Daba) APBD I Induk Provinsi Babel untuk menyuplay pengerjaan proyek tadi yang memakan waktu menjadi penyebab juga molornya proses pengerjaan oleh pihak kontraktor. Padahal sayang kalau tidak selesai, anggaran sudah banyak dikucurkan, tahap 1 Rp 22 miliar lebih, tahap 2 Rp 22 miliar lebih dan jika ditotalkan mencapai Rp 45 miliar,” imbuh Mehoa.

Oleh karenanya, Mehoa mewanti-wanti pihak KONI Bateng dan Dinbudparpora Bateng agar jangan sampai membuat malu daerah ini selaku tuan rumah Porprov V Bateng yang akan berlangsung terjadwal pada 4 November 2018 mendatang. Koordinasi akan terus dilakukan oleh pihaknya dengan Ketua KONI Farhan dan Dinbudparpora melalui Qutty yang dianggap orangnya cukup komunikatif dan transparan.

Soal tudingan terkait pelaksanaan proyek pekerjaan kolam renang yang dikerjakan tidak sesuai RAB dan spesifikasi teknik pengerjaannya, Mehoa berjanji akan melakukan pemanggilan terhadap pengawas atau ahli konstruksi yang independen dan bukan kemitraan berbayar. Sebab dirinya belum secara langsung melihat dan bukan ahlinya terkait bahan dan teknik konstruksi.

Lalu soal penerapan K3 yang diabaikan oleh pihak kontraktor dalam pelaksanakan proyek kolam renang. Mehoa berpendapat jika hal tersebut sangat membahayakan para tenaga kerja. Padahal, jika sudah terjadi kecelakaan yang rugi pekerja itu sendiri sehingga biasanya kejadian ditutupi pelaksana proyek.
“Ini pengawasan dari Dinas Tenaga Kerja diragukan. Tadi sudah diakui oleh Dinbudparpora, mereka sudah bersurat ke perusahaan pemenang tender atau kontraktor. Makanya besok saya rencananya akan ajak Ketua Koni meninjau langsung lokasi, termasuk meninjau ke kolam Tirta Sungailiat (second location). Kabupaten boleh baru pemekaran 2003, tapi pelaksanaan harus sudah seperti sering melakukan event-event tuan rumah skala nasional,” pungkasnya.
(Red/FkB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.