Proyek Kolam Renang Tahap Dua Beluluk Bernilai 22 Milyar Kembali Disorot 

Hukum Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalan Baru Bateng – Pelaksanaan pekerjaan tahap dua proyek pembangunan kolam renang berstandar Internasional di Desa Beluluk Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah kembali menjadi sorotan awak media dan LSM pegiat anti korupsi Babel.

Pasalnya dari pantauan, Selasa (28/8/2018) pelaksanaan pekerjaan proyek yang menelan dana hingga 22 milyar lebih oleh PT Palimun Golden diduga tidak sesuai RAB dan Spesifikasi tehnik pekerjaan.

Demikian dikatakan Dedi Wahyudi selaku wakil ketua LSM Gerakan Barisan Komitmen Konstitusi (Gebrakk) Sriwijaya wilayah Bangka Belitung.

Menurut Dedi, dari pantauannya ada beberapa item pekerjaan yang dilaksanakan kontraktor pelaksana yang diduga tudak sesuai RAB maupun spesifikasi tehnik pekerjaan.
“Diantaranya, pemasangan dinding beton dengan penggunaan material Hebel atau disebut beton ringan Aerasi Hebel. Hebel yang digunakan diduga berkwalitas rendah. Lihat saja material hebelnya belum dipasang sudah banyak yang retak dan pecah pecah. Bahkan beberapa dinding beton hebelnya sudah alami keretakan,” ungkapnya.

Demikian halnya, lanjut Dedi, item pekerjaan pembesian, jarak besi gelang satu dengan lainnya agak renggang sehingga hal ini nantinya akan berdampak pada kekuatan tiang tiang cor.
“Selain jarak gelang besi di beberapa titik diduga  tidak sesuai ketentuan, pengisian semen cor pada dinding beton maupun pada tiang juga terlihat asal asalan,” imbuhnya.

Selain itu, Dedi juga menyoroti perusahaan kontraktor yang tidak melaksanakan penerapan K3 dalam pelaksanaan pekerjaan ptoyek kolam renang Desa Beluluk.
“Miris, proyek yang bernilai puluhan milyar rupiah tapi perusahaan kontraktor pelaksanaan pekerjaan tidak menerapkan K3 dalam pelaksanaan pekerjaannya. Mana Disnaker. Jangan tutup mata dong,” pinta Dedi.

Dikatakan Dedi, penerapan K3 adalah syarat yang harus dipenuhi oleh pihak perusahaan kontraktor dan merupakan salah satu persyaratan dalam dokumen lelang yang harus dipenuhi peserta lelang.
“Sangat disesalkan. Perusahaan yang mengerjakan proyek pembangynan puluhan milyar namun para pekerjanya tidak dilengkapi dengan peralatan safety, baik sepatu safety, sarung tangan, topi pelindung kepala hingga tangga yang berstandar safety semuanya tidak terlihat di lokasi pekerjaan. Justru yang terlihat pekerja turun dari lantai dua dengan cara terjun bebas menggunakan tali ala tarzan,” bebernya.

Terpisah, pihak perusahaan PT Palimun Golden melalui manager lapangannya, Muhammadini berdalih jika pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan tahap dua pada kolam renang desa Beluluk sudah sesuai RAB dan spesifikasi tehnik pekerjaan.
“Sudah sesuai RAB, hanya saja kita menggunakan Hebel (beton ringan, red) lokal. Namun untuk toko yang memproduksi Hebel di Babel ini, saya pun kurang jelas di mana tempatnya,” kata Muhammadini ketika diminta untuk memberitahukan alamat toko yang memproduksi Hebel yang digunakan PT Palimun Golden.

Soal penerapan K3. Muhammadini mengakui jika pihaknya memang tidak menerapkannya.
“Ya, kita akui agak lalai dalam penerapan K3 selama ini, tapi ke depannya kita akan upayakan. Terima kasih lah telah mengingatkan,” ujarnya.

Sementara itu pihak dinas tekait hingga berita ini diturunkan, masih diupayakan konfirmasinya.

Sekedar diketahui, perusahaan kontraktor pelaksana pekerjaan Kolam renang Beluluk Pangkalan Baru ini juga merupakan perusahaan kontraktor yang melaksanakan pekerjaan Proyek Pembangunan Rumah Sakit Umum Provinsi Babel dan proyek pembangunan Sekolah MAN Kab. Bangka Tengah yang nilainya puluhan milyar rupiah.
(Red/FkB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.