Habiskan 6 Milyar, Gedung Pasar Rakyat Toboali Bikang Tidak Berfungsi

Hukum Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Toboali – Gedung Pasar Rakyat Toboali di Desa Bikang Toboali hingga saat ini belum difungsikan. Padahal gedung pasar rakyat Toboali Bikang ini dibangun pada akhir tahun 2017 dengan pagu dana 6 milyar rupiah bersumber dari APBN tahun 2017 melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka Selatan dan dikerjakan oleh perusahaan Cipta Eka Puri.

Dari pantauan, Senin (27/8/2018) lokasi gedung pasar rakyat Toboali Bikang ini terletak lebih kurang 8 km dari pusat kota Toboali. Sementara kondisi gedung pasar rakyat Toboali Bikang ini sudah alami keretakan pada bagian rabat gedung. Juga beberapa keping lantai keramik dalam pasar sudah alami penurunan. Tidak hanya itu, atap bagian ujung gedung bangunan juga sudah bolong. Sehingga terlihat jelas gedung yang baru selesai dibangun ini terkesan terbengkalai dengan kondisi yang memprihatinkan.

Salah satu warga desa Bikang ketika dimintai tanggapannya terkait kondisi bangunan Pasar Rakyat Toboali Bikang ini mengungkapkan jika pasar yang dibangun itu jauh dari pemukiman penduduk sehingga tidak menarik minat masyarakat untuk berbelanja ke pasar tersebut.
“Pasar itu pernah difungsikan. Tapi cuma sebentar sebab sepi dari pembeli. Habis jauh dari pemukiman, warga ndak berminat belanja ke sana,” ungkap warga yang mengaku bernama herman ini.

Kondisi gedung pasar rakyat Toboali Bikang ini mendapat sorotan dari LSM pegiat anti korupsi di Babel. Salah satunya LSM Gerakan Barisan Komitmen Konstituen (Gebrakk) Sriwijaya Prov. Babel melalui sekretarisnya, Ibrahim sangat menyayangkan gedung yang dibangun dengan biaya 6 milyar dari uang rakyat tidak bisa dimanfaatkan.
“Miris, uang sebanyak 6 milyar bersumber dari APBN tahun 2017 terkesan sia sia lantaran gedung yang dibangun oleh pemerintah di lokasi yang jauh dari pusat kota dan perkampungan,”ungkap Ibrahim ketika dimintai tanggapannya terkait gedung pasar rskyat Toboali Bikang yang belum dimanfaatkan, Senin (27/8/2018).

Dikatakannya, jika pembangunan gedung pasar rakyat Toboali Bikang ini terkesan kurangnya perencanaan yang matang sehingga melaksanakan pembangunan pasar di lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk.
“Proyek pembangunan gedung pasar rakyat Toboali ini. Jujur saya tertanya tanya ada apa kok pihak dinas terkait menempatkan gedung pasar ini lokasinya jauh dari pemukiman. Jangan jangan hanya karena ingin mengucurkan dana 6 milyar tersebut dibalik pengadaan gedung pasar rakyat Toboali Bikang ini,” tanya dia.

Oleh karenanya, pihak aparat yang berwenang dalam penanganan tindak pidana korupsi diminta untuk menelusuri penggelontoran uang sebesar 6 milyar itu.
“Kita minta pihak aparat berwenang untuk menelisik penggelontoran uang sebesar 6 milyar dari APBN tahun 2017 sehingga nantinya akan terungkap penyimpangan dari pengucuran dana tersebut,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, Sekda Bangka Selatan, Suwandi yang dikonfirmasi via pesan singkat melalui nomor handphone nya belum memberikan tanggapannya terkait pembagunan gedung pasar rakyat Toboali Bikang yang jauh dari pemukiman penduduk. Demikian halnya Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kabu. Basel, Muhammad juga belum bersedia memberikan penjelasannya.
(Red/FkB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.