Tiga Bulan Berlalu, Perkara Kasus Kolektor Timah Ilegal Asram Belum Dilimpahkan

Hukum Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang — Kasus perkara kepemilikan timah ilegal dengan tersangka Asram warga Desa Pemali kabarnya hingga kini belum juga dilakukan pelimpahan ke kejaksaan (P21) meskipun hampir tiga bulan lamanya setelah dia ditetapkan tersangka oleh Polda Kep. Babel. Bahkan kabarnya tersangka Asram saat ini bebas berkeliaran.

 

Menurut kasubdit Tipiter, Akbp Wayan Riko seizin Dirkrimsus Polda Kep. Babel, Kombes Mukti Juarsa jika perkara kasus kepemilikan timah ilegal dengan tersangka Asram itu sudah hampir rampung dan akan segera dilimpahkan (P21) ke kejaksaan.
 
“Owh perkara itu ya. Ya ini lagi mempersiapkan berkasnya untuk dilimpahkan ke kejaksaan. Sebeñtar lagi akan P21,” jawab Wayan ketika dikonfirmasi perkembangan penanganan perkara kasus kepemilikan timah ilegal dengsn tersangka Asram via telepon, Selasa (21/8/2018).

 

Disinggung soal tidak dilakukan penahanan terhadap tersangka. Dia mengakui kalau tersangka Asram diberikan penangguhan penahanan oleh penyidik.
 
“Betul, tersangka tidak ditahan. Penahanannya ditangguhkan,” demikian kata Wayan.

Seperti diketahui sebelumnya, tim anggota Subdit IV Tiipidter Ditreskrimsus Polda Babel  berhasil menangkap kolektor pasir timah bernama Asram beserta BB berupa pasir timah diduga ilegal milik Asram (39) di Jalan Gatot Subroto, Gang Mawar, Desa Pemali, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Kamis (24/5/2018) lalu sekitar pukul 11.45 WIB.

BACA JUGA :  Gubernur Erzaldi Salurkan Langsung Bantuan Beras PPKM 2021 ke Warga Bangka Selatan

Penangkapan timah di rumah kolektor itu dipimpin langsung oleh Kasubdit IV Tipidter AKBP I Wayan Riko Setiawan didampingi Kanit Tipidter Kompol Candra Kurniawan dan Panit Tipidter Ipda Harry Frizko. Dari penangkapan itu, sebanyak 20 kampil pasir timah dengan berat 787 kilogram (kg), satu timbangan duduk kapasitas 500 kg, satu lembar nota pembelian pasir timah warna kuning serta satu buah buku catatan warna merah, diamankan sebagai barang bukti.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Babel, Kombes Pol Mukti Juharsa melalui Kasubdit IV Tipidter, AKBP I Wayan Riko Setiawan membenarkan bahwa adanya penangkapan terhadap terduga AS berikut barang bukti pasir timah sebanyak 787 kilogram.
“Iya, memang benar kami telah mengamankan sebanyak 786 kilogram milik AS, bos timah asal Pemali. Untuk saat ini masih dalam proses sidik,” ungkap Wayan saat itu kepada salah satu media lokal.

Sedangkan pelaku dan barang bukti kini telah diamankan di Mako Polda Babel guna proses sidik selanjutnya. “Untuk pelaku, kami tahan di Rutan Mapolda,” sebutnya.
Lebih lanjut, dia menegaskan, tersangka Asram dipersangkakan telah melanggar Pasal 161 Undang-undang Republik Indonesia (UU RI) No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba).
“Pelaku selama ini dengan menggunakan modus membeli, menampung, mengolah biji timah tanpa memiliki izin usaha pertambangan (IUP),” tutup Wayan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh menyebutkan jika tersangka Asram menjalani tahanan rutan Polda kep. Babel hanya berkisar satu minggu lamanya setelah itu dia pun mendapatkan status penangguhan tahanan oleh pihak Polda Kep. Babel sampai saat ini.
(Red/FkB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.