Perda Bukan Kitab Suci, Jika Tidak Mengakomodir Kepentingan Masyarakat Lebih Baik Direvisi

Lokal Seremonial

 

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang-Ketua Badan perumusan peraturan daerah DPRD kota Pangkalpinang, Rio Septiadi menyebutkan Peraturan Daerah itu bukan kitab suci, jika tidak bisa mengakomodir kepentingan masyarakat lebih baik di revisi saja.

Hal ini diungkapkan oleh Rio Septiadi saat ditemui awak media seusai menghadiri rapat Bapemperda DPRD kota Pangkalpinang, Senin (20/8/2018). Demi mengoptimalkan anggaran pemerintah, peraturan daerah harus  dibuat  untuk  menjaring aspirasi masyarakat.

“Kami sengaja mengundang Kanwil kementerian hukum dan ham Provinsi Babel dalam rangka memberikan masukan kepada DPRD kota Pangkalpinang lebih optimal dalam penyusunan dan menghemat waktu juga anggaran,” ujarnya.

Anggota Dewan dari Partai Keadilan Sejahtera ini juga menyesalkan banyak peraturan daerah yang telah disahkan tapi dalam menjalankan peraturan daerah tersebut belum berhasil contohnya Perda Zakat dan Perda KTR.

“Kurangnya aspirasi masyarakat dalam merumuskan peraturan daerah maka hal seperti ini yang terjadi. Sudah mengeluarkan anggaran yang besar tapi setelah disahkan tidak bisa dijalankan,” tegasnya.

Ia juga pernah mengundang masyarakat dan organisasi kemasyarakatan untuk membahas sebuah perumusan kebijakan perencanaan peraturan daerah. Tapi sangat disayangkan cara seperti ini sering menjadi permasalahan karena banyak masukan yang harus di rumuskan dalam Bapemperda.

“Jangan sampai perda dibuat tapi tidak dijalankan karena sesuatu kondisi. Makanya kita sangat membutuhkan bantuan dari masyarakat jangan sampai kita (Pemerintah, red) memaksa kehendak kita,” kata Rio.

Ia juga menegaskan perda itu bukan tidak memiliki rasa, tapi bagi mana kita meberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat agar bisa meningkatkan perekonomian mereka. Hingga saat ini pemerintah belum bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Perda bukan kitab suci, jadi ketika tidak sesuai maka direvisi saja. Agar dampak positif bagi masyarakat itu bisa dirasakan,” pungkasnya. (Yuko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.