Dinas PU Kota Pangkalpinang Masih Bungkam Terkait Mangkraknya Proyek Hotmik Di Jalan Pasar Pagi 

Hukum Lokal
Pelaksanaan pekerjaan hotmik di jalan Ahmad Yani Pangkalpinang saat ini masih mangkrak

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang — Pihak dinas PU kota Pangkalpinang hingga kini masih belum bersedia memberikan penjelasan terkait mangkraknya pekerjaan proyek hotmik di jalan Ahmad Yani Pangkalpinang sejak 3 bulan lalu.

Kepala dinas PU kota Pangkalpinang, Suparlan dihubungi berkali kali melalui sambungan telepon tak kunjung memberikan penjelasannya terkait permintaan salah satu elemen masyarakat bawah kota Pangkalpinang yang merasakan langsung efek debu dari  mangkraknya pelaksanaan pekerjaan hotmik tersebut.

Demikian halnya kabid Bina Marga, Agus selaku PPK pada proyek tersebut juga memilih bungkam.

Demikisn halnya, ketua dewan kota Pangkalpinang, Ahmad Subari yang dihubungi via telpon dan pesan singkat juga belum bersedia memberikan statemennya terkait keluhan warga setempat terhadap mangkraknya pekerjaan hotmik jalan Ahmad Yani itu.

Kepala seksi Intelijen kejari Pangkalpinang, Leo Jimmy SH selaku ketua tim TP4D justru mengambil alih tugas pihak dinas PU untuk memberikan penjelasan terkait keluhan masyarakat sekitar jalan Ahmad Yani.

Menurut Leo, untuk pekerjaan hotmik jalan Ahmad Yani itu memang masih menunggu umur dari plat dueker sehingga pelaksanaan pekerjaan hotmik terpaksa dihentikan sementara.
“Tindak lanjut dari kami, karna proyek tersebut didampingi oleh tim tp4d, tim secara berkala selalu berkordinasi mengenai perkembangan pekerjaan begitu juga dengan permasalahan yg ada di lapangan. Untuk pekerjaan ahmad yani memang masih menunggu umur dari plat deker, itu menunggu cukup umur, setelah itu segera dilakukan pelapisan aspal,” kata Leo via WA messenger ketika dimintai tindak lanjut pihak kejari kota Pangkalpinang terhadap keluhan warga, Rabu (15/8/2018).

Masih kata Leo, guna meminimal efek debu di lokasi, pihak pelaksana juga tetap melaksanakan penyiraman.
“Setau saya di lokasi juga pelaksana kegiatan melakukan penyiraman setiap pagi dan siang guna meminimal efek debu di lapangan,” tutup Leo.

Seperti diberitakan sebelumnya, mangkraknya proyek pekerjaan hotmik di sepanjang jalan Pasar Pagi Pangkalpinang tuai keluhan dari elemen masyarakat bawah kota Pangkalpinang.

Abi Vavie salah satu warga setempat mempertanyakan kepada pihak dinas Pekerjaan Umum Kota Pangkalpinang terkait kondisi tersebut.

Menurut Abi proyek pekerjaan hotmik jalan di pasar pagi itu dikerjakan oleh PT Liem atas mandat dinas PU Kota Pangkalpinang.
“Tolong kasih penjelasan, kenapa pengaspalan jalan  (Pasar pagi) tertunda?
Mangkrak sampai Sekarang. Setau kami ini proyek yang dikerjakan oleh PT LIEM atas mandat Dinas PU Kota Pangkalpinang,” ungkap Abi, Minggu (12/8/2018).

Lebih jauh dikatakannya, jika proyek pekerjaan hotmik jalan tersebut telah mangkrak sejak 3 bulan lalu dan hingga saat ini belum ada tanda tanda akan dilanjutkan.
“Ini sudah hampir 3 bulan terhenti.
Kepada Bapak Kepala Dinas PU Kota, Bapak Suparlan Dulaspar untuk bisa memberikan penjelasan kenapa Pembangunan Instruktur ini terhenti.
Kami masyarakat, tidak sanggup menghirup debu di musim panas dan pedagang sekitar mengalami penurunan omset yang drastis,” terangnya.

Sementara kepala dinas PU Kota Pangkalpinang, Suparlan yang dikonfirmasi via pesan singkat hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapannya terkait mangkrsknya pekerjaan proyek hotmik di jalan Pasar pagi sejak 3 bulan lalu.
(Red/FkB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.