Sidang Perdana Majelis Hakim Tetapkan Bos Timah Sun Fo Jalani Tahanan Rutan 

Hukum Lokal
Bos Timah Belinyu, Sun Fo jalani sidang perdananya di PN Sungailiat

Forumkeadilanbabel.com, Sungailiat – Sidang perdana kasus ilegal mining dengan tersangka Sunfo seorang pegusaha timah asal kelurahan Mantung, Kecamatan Belinyu akhirnya digelar di Pengadilan Negeri ( PN) Sungailiiat, Selasa (4/8/2018).
Sidang yang menghadirkan terdakwa Sunfo dengan majelis hakim yang diketuai Oloane SH, MH, dengan hakim anggota Johnson P, SH.MH dan Beny, SH serta  Panitera Imam, SH. MH dan Jaksa Penuntut Umum Pengganti (JPUP) dari Kejari Bangka, Marina, SH.
Sedangkan terdakwa Sunfo tidak menggunakan kuasa hukum untuk mendampingi dirinya duduk di kursi pesakitan.

Terpantau proses persidangan yang berjalan kurang lebih sepuluh menit dengan agenda pembacaan dakwaan dan mendengarkan keterangan saksi, namun sayangnya pihak JPU Kejari Bangka tidak dapat menghadirkan saksi – saksi serta barang bukti di persidangan.

Hakim ketua selanjutnya membacakan penetapan status terdakwa Sun Fo yang sebelumnya berstatus sebagai tahanan rumah menjadi tahanan rutan dan menunda persidangan tersebut ke pekan depan.

Usai persidangan, Humas PN Sungailiat Narendra Mohni SH, MH memberikan penjelasan kepada sejumlah wartawan terkait  proses jalannya persidangan.

Narendra mengatakan jika  PN akan memproses terdakws  Sun Fo sesuai dengan mekanismenya dan terbuka untuk umum.

Mengenai  ketetapan hakim ketua yang menetapkan Sun Fo untuk ditahan,  menurut Narendara jika ketetapan itu adalah hak mejelis hakim  yang harus di jalani oleh terdakwa Sun Fo mulai hari ini.
“Itu kewenangan majelis hakim, jadi dari ketetapan itu setatus terdakwa yang sebelumnya tahanan rumah kita tetapkan atau dialihkan menjadi tahanan Rutan, mulai hari ini seharusnya sudah ditahan di rutan Bukit Semut,” terangnya.

Narendra juga menyampaikan ketetapan penahanan rutan tersebut untuk menghindari hal yang tidak diinginkan yang bisa saja dilakukakn oleh terdakwa seperti melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.

Sedangkan mengenai barang bukti perkara berupa pasir timah sebanyak 1.471 Kg dan para saksi, pihak kejaksaan belum dapat menghadirkan pada persidangan hari ini. Menurutnya hal – hal tersebut adalah kewenangan teknis dari pihak kejaksaan untuk menghadirkan barang bukti dan saksi dalam persidangan.
“Mengenai barang bukti kami tidak tahu, terkait barang bukti dan  saksi – saksi itu kewenangan Jaksa untuk menghadirkan, silahkan dikroscek ke sana, karena itu  lah persidangan ditunda pekan depan” sarannya.

Disinggung mengenai opini miring terkait penanganan hukum sebelumnya oleh penyidik Polres Bangka dan jaksa di kejari Bangka terhadap terdakwa Sun Fo, Narendra meyakinkan PN sungailiat akan menangani sesuai mekanisme yang ada, selain itu dia juga  mempersilahkan dan berharap seluruh awak media dapat meliput proses persidangan Sun Fo, bahkan pihak PN sungailiat akan terbuka untuk LSM  atau masyarakat yang ingin memantau proses persidangan.
” Persidangan ini kita gelar terbuka tidak tertutup, jadi silahkan dipantau dikawal proses persidangannya,  jadi PN sangat terbuka untuk itu” tegas  Narendra
“Kita justru senang ada pantauan dari kawan kawan media, bahkan LSM atau masyarakat silahkan memantau proses persidangan ini kita sangat merasa terbantu adanya masukan dari masyarakat, itu penting ” tambahnya.

JPUP dari Kejari Bangka, Marina SH
Sedangkan Marina selaku JPUP dari Kejari Bangka ketika diwawancarai wartawan terkait persidangan tersebut. Marina justru menyarankan wartawan bertanya langsung ke Kasi Pidana Umum ( Pidum) Kejari Sungailiat, Retni.
“Untuk Informasi perkara silahkan langsung ditanyakan  ke Kasi Pidum bu Retni ya ” kata Marina singkat.

Namun sayangnya, Kasi Pidum, Retni yang dihubungi forumkeadilanbabel.com via telepon tidak bersedia memberikan tanggapannya terkait penanganan kasus Sun Fo yang berbeda dengan terdakwa kasus timah lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, perkara Sun Fo menjadi sangat fenomenal sejak setahun yang lalu, dimulai dengan pengerebekan gudang timah oleh Dirkrimsus Polda Babel dan Polres Bangka pada tanggal 3 Juni 2018 di sebuah gudang milik pribadi Sun Fo di Belinyu, dari penggerebekan tersebut didapati barang bukti sebanyak 1.471 Kg timah yang diduga ditampung secara ilegal dan di dapati Sun Fo dengan praktek membeli timah dari penambangan liar di hutan lindung. Sunfo sendiri saat itu sempat melarikan diri dan selanjutnya ditetapkan sebagai buronan ( DPO) oleh pihak Polres Bangka.

Pada 11 April 2018 Sunfo  yang sudah bersetatus DPO dan sedang dalam proses pengejaran oleh pihak kepolisian akhirnya menyerahkan diri, namun anehnya setalah ditahan 1 x 24 jam, Sun Fo ditangguhkan penahanannya  dengan status sebagai tahanan rumah dengan alasan sakit, sehingga kasus ini sempat menjadi fenomenal di banyak media cetak maupun elektoronik baik lokal maupun nasional bahkan sampai mendapat komentar miring dari para aktifis lingkungan yang menduga adanya keganjilan dalam penanganan hukum perkara kasus  Sun Fo.
Tidak hanya di Polres Bangka, Sun Fo juga mendapat status pengalihan tahanan rumah saat kasusnya sudah dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Bangka.

Dari sumber pemberitaan, kuat dugaan  publik bahwa penanganan kasus ini terkesan ruet dan berbelit – belit dari mulai Polres Bangka sampai di Kejaksaan Negeri Bangka, dugaan ini didasari ancaman atau jeratan hukum terhadap Sun Fo yang menampung  timah secara ilegal berdasarkan UU Minerba No. 4 tahun 2009 yang terancam hukuman di atas 5 tahun  penjara apalagi status Sun Fo yang sempat menjadi DPO karena melarikan diri.
(Ikrar/FkB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.